Berempat.com

Pembukaan perdagangan, Kamis (26/10/2017), nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak di zona hijau.

Rupiah di pasar transaksi pagi ini terapresiasi 14 poin ke kisaran Rp13.563 per dolar AS.

Pagi ini, rupiah ditransaksikan di kisaran Rp 13.546-Rp 13.575 per dolar AS.

Rupiah sempat menyentuh level terlemah Rp 13.575 per dolar AS dan terkuat Rp 13.541 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, sentimen positif dari dalam negeri mendorong rupiah bergerak ke area positif.

Ia mengemukakan disetujuinya pengesahan Rancangan Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2018 menjadi undang-undang menjadi sentimen positif bagi rupiah.

Rancangan undang-undang yang mencakup postur pendapatan negara Rp1.894,7 triliun dan belanja negara Rp2.220,7 triliun itu, ia menjelaskan, mematok pertumbuhan ekonomi 5,4 persen, inflasi 3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp13.400 per dolar AS.

“Ada harapan positif bagi perekonomian nasional ke depannya, kondisi itu direspons positif pelaku pasar sehingga permintaan terhadap aset-aset berdenominasi rupiah meningkat,” katanya.

Ia mengharapkan sentimen positif dari dalam negeri itu dapat menjaga kepercayaan pelaku pasar untuk tetap berinvestasi di dalam negeri dalam jangka panjang.

Namun, ia mengatakan, laju rupiah dapat tertahan karena peluang bagi bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) untuk menaikkan suku bunga acuan masih terbuka.

“Pemberitaan mengenai Partai Republik di Amerika Serikat yang lebih memilih John Taylor dibandingkan Jerome Powell sebagai kandidat pengganti Janet Yellen menahan rupiah terapresiasi lebih tinggi. John Taylor dinilai agresif dalam kebijakan menaikkan suku bunga The Fed,” katanya.

Berempat.com