Berempat.com

Berkabar.id – Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menanggapi soal revisi aturan terkait taksi online yang mengatur tarif batas atasn dan batas bawah, serta berlaku dalam dua wilayah yang telah diterbitkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Ridzki mengatakan, batasan tersebut masih terlalu tinggi.

“Dari praktik saat ini, masih terlalu tinggi. Kalau tarif kami kan mengikuti mekanisme pasar, sehingga saat waktu tertentu tarif lebih murah, tapi secara keseluruhan per hari, per minggu, per bulan tergantung ia bekerjanya seperti apa,” kata Ridzki dalam konferensi pers di kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Dia menjelaskan, mekanisme pasar tersebut mendorong produktivitas karena teknologi yang digunakan. Ia juga mengatakan, terkait promo Grab pihaknya masih terikat dengan peraturan komersial yang sudah ditetapkan.

“Kami mohon ada kebijakan di sini, ada transisi karena sudah kami janjikan untuk jangka waktu tertentu. Kami akan lihat bagaimana penyesuaiannya dan kami lihat ke depannya. Kami akan pelajari lagi nanti aturannya,” jelas dia.

Ridzki mengatakan, ia telah berdiskusi secara aktif dengan pihak pemerintah dan lembaga terkait. “Akhirnya telah diputuskan peraturan pemerintah yang baru, kami mengimbau agar menyikapi masalah ini dengan jernih tidak dengan emosi,” ujarnya.

Sebagai penyedia teknologi, lanjut Ridzi, Grab bisa memberikan fasilitas dan solusi terbaik untuk transportasi yang saat ini sudah konsisten digunakan di seluruh wilayah di Indonesia.

Berempat.com