Berempat.com

Berkabar.id– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keinginannya agar upaya meningkatkan penerimaan pajak tidak membuat gaduh dunia usaha. Sehingga langkah atau kebijakan yang dikeluarkan harus benar-benar dipersiapkan secara matang.

“Tinggal 2 bulan, semua KPP menyampaikan semua akan tetap berusaha keras tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat,” ungkap Sri Mulyani di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Dalam hal meningkatkan penerimaan pajak, ada beberapa tahapan yang diperlukan baik yang bersifat intensifikasi hingga ekstensifikasi. Proses tersebut harus penuh pengawasan, baik dari jajaran paling tinggi sekalipun.

“Masalah formal mengenai proses apakah itu dari penyelidikan bukper, kerjasama pajak dan bea cukai, kita awasi secara bersama. Enggak hanya satu direktur, pak Wamen pun mengawasi. Di dalam seluruh proses kita lakukan dengan correct, tidak ada kalau ada yang membuat interpretasi apakah ada intervensi, itu tidak,” paparnya.

Dalam APBN-P 2017, pemerintah telah menetapkan target penerimaan pajak sebesar Rp 1.283,6 triliun, dhingga September tahun ini baru tercapai 60% atau setara Rp 770 Triliun dan masih menyisakan sekitar Rp 513 triliun.

“Yang kita lakukan adalah tidak membuat suara gaduh, makanya datanya harus profesional, kredibel supaya wajib pajak tahu betul itu kewajiban yang seharusnya dihadapi,” pungkasnya.

Berempat.com