Jalan-jalan ke luar negeri tidak afdol jika tidak membawa oleh-oleh. Belanja dan membeli oleh-oleh pribadi, maupun keluarga dan kolega sudah menjadi hal lumrah dilakukan ketika travelling ke luar negeri. Bahkan gara-gara belanjaan, sering kali koper kita kelebihan berat. Mumpung kesempatan jalan-jalan di luar negeri, kesempatan untuk belanja barang-barang bermerk (branded) dengan harganya lebih murah dan kualitasnya asli yang tidak diragukan lagi.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan memastikan pengenaan pajak barang penumpang di bandara, pelabuhan laut, dan perbatasan tidak diterapkan secara membabi buta.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 188 Tahun 2010, batasan nilai barang yang ditetapkan adalah US$ 250 untuk orang pribadi dan US$ 1.000 untuk keluarga. Jika barang yang dibeli lebih dari nilai yang ditetapkan, maka bisa dihitung kena pajak bea cukai.

Misalnya, total barang yang dibawa orang pribadi sebesar US$ 300, maka yang dikenakan bea masuk dan pajak hanya US$ 50, karena batasan yang ditetapkan US$ 250.
Dengan begitu, masyarakat dibebaskan beli barang-barang dari luar negeri sebanyak mungkin, namun tidak boleh melebihi batas yang sudah ditetapkan.

Fungsi umum dari berlakunya bea cukai yaitu mengurangi dan mengendalikan impor, menjamin ketersediaan bahan baku industri dalam negeri dan melindungi sumber daya alam Indonesia sekaligus mendapatkan pemasukan untuk kas negara yang digunakan untuk pembangunan Indonesia.

Oleh karena itu, bagi yang sering jalan-jalan keluar negeri dan belanja di negeri orang tidak ada salahnya menghitung terlebih dahulu pajak yang akan dibayarkan jika memang harganya melebihi batas yang ditentukan. (CPA)