Mewahnya KA Bandara (Foto:Liputan6.com/Ilyas I)

Berkabar.id – Kian mendekati hari peresmian, PT Railink masih terus melakukan uji coba Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Cengkareng. Uji coba ini bertujuan untuk memastikan kesiapan kereta sebelum benar-benar beroperasi mengangkut penumpang. Dari hasil uji coba tersebut juga didapat adanya kemajuan yang cukup signifikan.

Railink menguji KA bandara yang diberangkatkan mulai dari rute Stasiun Manggarai hingga Stasiun Bandara Soetta. Kecepatan kereta yang meningkat pun menjadi salah satu peningkatan yang dicatat.

“Kalau sebelumnya waktu bersama Menteri BUMN itu lintas baru dari Batu Ceper ke Bandara kecepatan kereta hanya 20-30 km/jam, kemarin sudah bisa melaju hingga 50 km/jam,” kata Humas Railink Diah Suryandari kepada liputan6.com seperti dikutip Berkabar.id, Rabu (6/12).

Diah mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan stabilisasi rel sehingga nantinya kecepatan KA Bandara Soetta bisa mencapai minimal 70 km/jam. Dengan begitu waktu tempuh Stasiun Manggarai hingga ke Stasiun Bandara Soetta bisa dipercepat menjadi 55 menit.

Bukan hanya kecepatan, PT Rainlink juga melihat kesiapan KA Bandara secara keseluruhan, mulai dari sisi sarana, infrastruktur, fasilitas, serta sistem tiket menuju operasional KA Bandara.

PT Railink juga sudah menyediakan lounge, komersial area dan tempat menunggu yang nyaman di Stasiun Sudirman Baru. Selain itu penumpang juga dimanjakan dengan fasilitas KA Bandara yang serasa di pesawat.

Diah menuturkan, sebelumnya KA Bandara memang sempat mengalami gangguan teknis saat perjalanan yang terletak pada pantograph.

“Evaluasi dan perbaikan terus kami lakukan, untuk itu kenapa uji coba secara berkala perlu dilakukan menjelang operasional KA Bandara nanti,” ujarnya.

Diah mengatakan, saat ini Railink sedang melakukan evaluasi bersama pihak-pihak terkait, termasuk INKA sebagai rekanan dalam pengadaan sarana agar hal serupa tidak terulang di kemudian hari.

Sebagai informasi, Railink sudah menyaipkan sebanyak 10 trainset KA Bandara yang sudah siap beroperasi. Sebagai tahap awal Railink akan mengoperasionalkan 82 perjalanan yang dilayani 7 trainset. “Sehingga masih ada 3 trainset yang stand by sebagai cadangan jika terjadi kondisi darurat,” tuturnya.

KA Bandara Sooeetta sejatinya dijadwalkan akan diresmikan Presiden Joko Widodo di awal bulan ini, hanya saja saat ini masih menunggu terkait jadwal Presiden Jokowi dari Istana Kepresidenan.

Menteri Rini Beri Apresiasi Proyek KA Bandara Soetta

Di lain kesempatan, Menteri BUMN Rini Soemarno mengapresiasi perkembangan proyek KA Bandara Soetta. Rini sendiri menargetkan proyek tersebut akan benar-benar rampung dan diresmikan Presiden Jokowi pada awal Desember 2017.

Rini mengungkapkan kebanggaannya terhadap proyek itu karena adanya sinergi BUMN. Ia mengklaim, teknologi yang digunakan mayoritas hasil karya anak bangsa.

“Ini selain KAI, persinyalan dari LEN, keretanya bagus dari INKA, bahkan sistem ticketing dibuat sendiri oleh Railink. Jadi ini pembangunannya adalah sinergi antar-BUMN. Jadi betul-betul jadi karya anak bangsa,” ungkap Rini di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, 28 November lalu seperti dikutip Berkabar.id dari liputan6.com.

Pemerintah juga telah menetapkan tarif KA Bandara Soetta sebesar Rp 100 ribu. Namun pemerintah berpotensi mengubah besaran tarif karena dianggap terlalu mahal oleh Presiden Jokowi.

Hal itu diungkap Menteri Perhubungan Budi Karya setelah menghadiri acara Focus Group Discussion (FGD) BUMN Expose di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Selasa (5/12) kemarin. “Jadi kita akan kaji dengan suatu angka yang lebih bersahabat tapi angka itu belum final,” jelasnya.

Budi Karya menambahkan, Khusus tahap uji coba hingga akhir Desember 2017, Kereta Bandara Soetta akan menerapkan tarif promosi sebesar Rp 30 ribu.

Sayangnya, Budi Karya masih belum bisa memastikan waktu Kereta Bandara akan bisa mulai dipergunakan oleh masyarakat dengan tarif promosi terssebut.

Editor: R. Shandy