Berkabar.id – Kepala Negara Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo telah meminta Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir untuk membatasi jumlah mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Menurut Jokowi, pembatasan mahasiswa itu terkait dengan jumlah mahasiswa yang terlalu banyak, tidak berimbang dengan jumlah tenaga pengajar. Terdapat beberapa perguruan tinggi yang memiliki jumlah mahasiswa lebih dari 30 ribu atau 40 ribu.

“Saya lebih senang kalau perguruan tinggi itu fokus, tidak semuanya diambil,” kata Jokowi saat menutup Rembuk Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) di Universitas Indonusa Esa Unggul, Jakarta, November lalu.

Menurutnya, ketika mahasiswa lebih sedikit maka mereka akan lebih fokus menerima pengajaran. Begitu juga dosen, akan lebih mudah dalam menyampaikan materia di kampus, ketimbang dengan mahasiswa yang banyak.

Jokowi mengaku lebih senang perguruan tinggi negeri fokus pada bidang tertentu dalam merekrut mahasiswa. Jangan semua diambil, sehingga perguruan tinggi swasta kekurangan mahasiswa.

Saat ini lebih dari 70% perguruan tinggi swasta di Tanah Air memiliki mahasiswa di bawah 500 orang. Hanya 25% perguruan tinggi swasta yang memiliki mahasiswa di atas jumlah tersebut.

Kondisi itu menyebabkan banyak perguruan tinggi swasta yang berada dalam kondisi tidak sehat. Pasalnya, dia mengatakan seluruh biaya operasional yang digunakan berasal dari mahasiswa yang membayar.

Hal inilah yang menjadi pertimbangan Jokowi selain mahasiswa supaya focus dalam menerima materi dari dosen yang bersangkutan.

Untuk diketahui, memiliki mahasiswa di bawah 50 merupakan Perguruan Tinggi yang tidak sehat secara operasional. Bila Perguruan Tinggi ini tidak mau merger, maka Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) berhak menutup lembaga tersebut.

Kepada Menristekdikti M Nasir, Jokowi mengatakan supaya program pembatasan mahasiswa ini cepat direalisasikan. Dan M Nasir mengamini intruksi dari Jokowi. Sekarang tinggal menunggu kapan Menristekdikti M Nasir bergerak merealisasikan hal tersebut.

Presiden mengatakan dalam sambutannya, perguruan tinggi harus berinovasi dalam memberikan pendidikan yang sesuai dengan perkembangan zaman. “Perkembangan dunia saat ini mengarah kepada pemanfaatan digital baik di segi perekonomian, politik, media hingga Pendidikan,” ujar Jokowi.

Editor: R. Shandy