Foto: Basith Subastian

Berkabar.id – Pengguna jalan tol harus bersiap untuk merogoh kocek lebih dalam. Hal itu dikarenakan PT Jasa Marga Tbk (Persero) kembali melakukan peningkatan tarif untuk ruas tol Dalam Kota mulai Jum’at 8 Desember 2017 pukul 00.00 WIB. Sebelumnya, tarif untuk tol pernah mengalami kenaikan tepatnya pada 2015 lalu.

Kenaikan tarif ini diketahui dari keterangan yang diterbitkan di beberapa akun media sosial milik Jasa Marga, yakni Twitter, Instagram, dan Facebook. Dalam keterangan dari ketiga akun yang disebutkan, Jasa Marga memberlakukan penyesuaian tarif sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) No.973/KPTS/M/2017.

“Penyesuaian juga berdasarkan pada UU No.38 Tahun 2004 bahwa penyesuaian tarif rutin dijalankan setiap 2 tahun sekali, berdasarkan tarif lama yang disesuaikan dengan pengaruh inflasi,” demikian tertulis dalam lama akun Instagram milik Jasa Marga, Selasa (5/12).

Sebelumnya, kenaikan dan penyesuain tarif sembilan ruas tol sempat molor sekitar satu bulan dari jadwal seharusnya. Kini Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akhirnya menyetujui kenaikan atau penyesuaian tarif sembilan ruas tol yang sudah dievaluasi Standar Pelayanan Minimum (SPM)-nya. Sembilan ruas tol itu pun dipastikan akan naik serentak per hari Jumat, tanggal 8 Desember 2017 mendatang.

Menurut AVP Corporate Communication Jasa Marga Dwimawan Heru Santoso, peningkatan tarif tol dilakukan untuk menyesuaikan dengan rencana bisnis perusahaan. “Hal ini untuk menyesuaian dengan business plan perusahaan, karena sejak awal sudah dihitung akan ada penyesuaian tarif,” tuturnya kepada CNNIndonesia.com seperti dikutip berkabar.id.

Tidak hanya itu saja, penyesuaian tarif juga dilakukan untuk menjaga sekaligus meningkatkan layanan kepada pengguna jalan. “Peningkatan layanan sudah dilakukan setiap saat, sesuai standar pelayanan minimal, tapi fungsi penysuaian juga untuk itu,” terangnya

Jika dibandingkan dengan penerapan kenaikan tarif dua tahun lalu, kenaikan tarif tol tahun ini tercatat lebih terdistribusi waktunya alias tak semua tol yang harus alami penyesuaian tahun ini naik secara serentak.

Total masih ada 6 ruas tol lagi yang harusnya mengalami penyesuaian tarif di waktu yang sama, namun terpaksa mundur lantaran hasil dari evaluasi SPM dinyatakan masih ada yang kurang.

Kesembilan ruas tol yang serentak mengalami kenaikan tarif diantaranya Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa, Tol Belawan-Medan-Tanjung Morawa, Tol Cawang-Tomang-Grogol-Pluit, Cawang-Tanjung Priok-Ancol Timur-Pluit, Tol Serpong-Pondok Aren, Tol Palimanan-Plumbon-Kanci, Tol Surabaya-Gempol, Tol Semarang ABC dan Tol Ujung Pandang Seksi 1 dan Seksi 2.

Sebelum dilakukan penetapan, ada 8 indikator yang menjadi acuan BPJT dalam mengevaluasi standar pelayanan minimum (SPM) tol yang menjadi tahap penyesuaian tarif tol. Diantaranya kondisi jalan, dimensi kecepatan tempuh rata-rata, di mana kecepatan berkendara tol yang lokasinya di dalam kota minimum harus bisa 40 km/jam, dan luar lota 60 km/jam.

Kemudian juga ada aksesibilitasnya untuk masuk ke dalam tol, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan dan bantuan, lingkungan, hingga tempat istirahat (rest area).

Berikut ini Tarif Ruas Tol Dalam Kota Jakarta :

Keterangan Golongan Tarif Lama Tarif Baru
Kendaraan Golongan I Rp9.000 menjadi Rp9.500
Kendaraan Golongan II Rp11.000 menjadi Rp11.500
Kendaraan Golongan III Rp14.500 menjadi Rp15.500
Kendaraan Golongan IV Rp18.000 menjadi Rp19.000
Kendaraan Golongan V Rp21.500 menjadi Rp23.000

Editor: R. Shandy