Foto Vibizmedia.com
Berempat.com

Nilai tengah tukar rupiah terhadap dollar pada Rabu (26/9) sore berada pada posisi Rp 14.938/USS$. Terus melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar disebut mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli baru permulaan. Ke depan, pelemahan masih akan terjadi. “Ini baru awalnya saja,” ujarnya di Jakarta, Rabu (26/9).

Rizal Ramli menyebut, melemahnya rupiah selain tingginya gejolak global seperti pembalikkan arus modal ke AS, langkah yang diambil pemerintah tak bisa mengantisipasi pelemahan rupiah. “Hanya BI yang ahead the curve, yang lain behind the curve,” tuturnya.

Ia mencontohkan kebijakan terbaru, tarif pajak naik 2,5%-7% untuk 1.147 komoditi yang merupakan komoditi ecek-ecek seperti lipstik, sabun. “[Nilai] Impornya cuma US$ 5 miliar. Ini menyentuh pengusaha menengah. Ngga berani top 10 impor indonesia itu dilakukan pengurangan,” tegasnya.

Seharusnya pemerintah bisa mengurangi impor baja yang terus diimpor dari China yang menyebabkan produksi baja dalam negeri tak laku. “Kurangi impor baja. Pabrik Krakatau Steel merugi, kalah sama banjir impor dari China ada kelebihan kapasitas. Mereka dumping juga. Harusnya juga dumping China ini tuntut di pengadilan,” papar Rizal.

Selain itu ia juga mengatakan impor yang masih sangat tinggi seperti plastik, vehicle dan peralatan mobil, “Jadi jangan doyannya yang perintil. Di belakang curve,” tambahnya.

Berempat.com