Foto : Toni Suhartono/Indopos
Berempat.com

Usai Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan kelima kalinya dalam lima bulan terkahir, rupanya tak bisa mendongkrak rupiah yang masih loyo. Niai tukar rupiah terhadap dolar hingga perdagangan Jumat (28/9) rupiah di posisi Rp 14.929 per dolar AS.

Seperti diketahui, hasil rapat dewan gubernur Bank Indonesia bulanan 26-27 September 2018 (BI) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate naik 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. Memang, dalam lima bulan di tahun ini sejak Mei hingga September bank sentral sudah mengerek bunga 150 bps atau 1,5%.

Kenaikkan suku bunga acuan blm mampu membuat rupiah kuat. Hal ini berbeda dengan optimism dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang berdalih kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) agar nilai tukar rupiah tidak tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Mantan Dirjen Pajak ini juga mengaku bahwa kenaikkan BI 7 days reverse repo rate memberikan dampak terhadap perekonomian. Namun dia tidak menjelaskan terkait dampaknya seperti apa. “Pasti akan ada pengaruhnya. Artinya, kita sedang masuk dalam situasi tingkat bunganya sedikit lebih tinggi. Ya apa boleh buat,” pungkasnya.

Berempat.com