Foto Liputan6.com
Berempat.com

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat semakin terpuruk. Hingga kamis (4.10) rupiah melemah 0,70% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin ke angka Rp 15.175. Kemarin, rupiah berada di angka 14.988 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terlemah sepanjang sejarah di kurs acuan. Rupiah menyentuh titik terlemahnya sepanjang 2018. Lebih jauh, rupiah pun terlemah sejak 8 Juli 1998 alias 20 tahun lalu.

Ekonom Faisal Basri menyebut penyebab utama pelemahan rupiah tahun ini berkaitan dengan keluarnya dana asing hingga USD 20 miliar dari Indonesia pada 2017. Dana tersebut merupakan repatriasi dari keuntungan perusahaan-perusahaan asing yang ada di Indonesia.

“Usaha di Indonesia ini keren banget. FDI (Foreign Direct Investment) datang ke Indonesia untungnya itu banyak. Tapi untungnya itu kan mereka bawa pulang kan,” kata Faisal dalam sebuah acara diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/10).

Faisal mengungkapkan, pada tahun lalu, asing membawa pulang keuntungan yang berhasil mereka dapatkan di Indonesia hingga USD 20 miliar.

“Yang mereka bawa pulang itu USD 20 miliar, jadi sumber rupiahnya memburuk itu bukan karena impornya naik , iya itu penyebab , impor minyak juga naik iya itu penyebab, tapi penyebab utamanya adalah repatriasi laba perusahaan asing di Indonesia USD 20 miliar,” tutupnya.

Berempat.com