Berempat.com

Dampak pelemahan rupiah terhadap dolar mulai dirasakan perusahaan plat merah PLN. Perusahaam listrik tetsebut rugi hingga Rp 18 triliun.

Meski demikian, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengklaim kondisi keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) masih sehat tercermin arus kas (cash flow) yang dinilai masih cukup lancar.

“Keadaan PLN itu sehat secara cash flow, yang penting kondisi perusahaan itu bagaimana cash flow-nya. Cash flow-nya sangat sehat,” ujar Rini di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Rabu (31/10).

Rini menjelaskan dari sisi cash flow, kondisi keuangan perusahaan setrum raksasa itu tidak perlu dikhawatirkan karena pencatatan rugi bersih, meski sudah tercatat di pembukuan, merupakan kerugian yang belum direalisasikan (unrealized lost).

Perhitungan rugi bersih PLN saat ini muncul karena ada kewajiban pembayaran kontrak dengan perusahaan listrik swasta (IPP) dengan denominasi dolar Amerika Serikat (AS). Dari perhitungan tersebut, maka didapat proyeksi angka yang selanjutnya dicatatkan dalam pembukuan keuangan.

“Karena rupiah melemah, sehingga ada unrealized lost, jadi kalau sekarang bayar, maka besarannya akan begini. Tapi sekarang tidak ada yang dibayarkan, jadi belum realized (direalisasikan),” terangnya.

Lebih lanjut, Rini meminta berbagai kalangan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan kondisi keuangan perusahaan pelat merah itu. Sebab, ia meyakini PLN bisa mengatasi masalah keuangannya.

Pemerintah kata Rini, juga tidak akan membiarkan PLN sendirian. Kementeriannya akan terus melihat perkembangan keuangan PLN agar tetap terjaga kesehatannya.

Berempat.com