Berempat.com

Keran impor tak henti-hentinya dibuka pada pemerintahan Jokowi. Masih segar dalam ingatan akhir tahun lalu pemerintah telah impor 100.000 ton jagung, Di awal tahun pemerintah akan kembali mengimpi 30 ribu ton jangung.

Impor ditugaskan kepada Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), yang rencananya jagung tersebut masuk ke Indonesia paling lambat di akhir Maret 2019.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, keputusan impor ditetapkan oleh seluruh pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas). Selain dirinya, rapat itu dihadiri Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, Menteri Pertanian Amran Nasution, Dirut Bulog Budi Waseso, yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution.

“Jadi ini keputusan rakor. Rakor yang memutuskan, bukan kemauan saya,” kata dia di Gedug Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (7/1/2019).

Enggar menyatakan, dalam rapat tersebut ternyata masih dibutuhkan tambahan jagung impor. Saat itu, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengajukan impor kembali.

“Rakor yang memutuskan dan itu (impor jagung lagi) permintaan. Jadi ditanya ‘cukup enggak?’ Karena enggak cukup, Pak Mentan juga bilang bahwa minta impor di rakor itu,” jelasnya.

Dia menyatakan, izin pengajuan impor oleh Bulog sudah diterima dan siap untuk ditandatangani dirinya. “Saya belum teken, tapi sudah disiapkan. Hari ini rasanya kelar. Langsung online kok,” imbuhnya.

Berempat.com