Berempat.com

Kesuksesan Joko Widodo dalam menurunkan tingkat kemiskinan perl;u diapresiasi. Angka kemiskinan menurut BPS yang berada diangka satu digit ini (sekitar 9%) pertama dalam sejarah terjadi hanya di era Jokowi.

Guna menekan terus angka kemiskinan Jokowi mengatakan akan menggelontorkan 10 juta penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH).

Dananya yang sudah diberikan pemerintah kurang lebih Rp12 triliun ke bank-bank penyalur dari total Rp32 triliun yang dianggarkan pada 2019 ini.

“Bedanya sekarang yang di 2019 penerima PKH kalau dulu semuanya sama Rp 1.890.000, sekarang ada yang dapat maksimal Rp9.600.000 karena ibu hamil anaknya ada, lansianya ada, bisa dapat segitu. Tapi ada yang dapat Rp3,7 juta, Rp2,7 juta, Rp2,6 juta, ya memang beda-beda,” kata Presiden Jokowi Kamis (10/1) sore.

Tapi yang paling penting, Presiden menekankan, bahwa penerima manfaat PKH ini betul-betul penggunaannya tepat. Kalau tepat sasaran, karena ada pendampingan, Presiden meyakini insyaallah kemiskinan akan bisa turun dengan sangat cepat. “Ya itu, arahnya kesana,” ujarnya.

Kepala Negara juga menyampaikan, bahwa sudah ada penerima PKH yang lulus. Ia menekankan, bahwa pemerintah akan meluluskan sebanyak-banyaknya, bukan membantu sebanyak-banyaknya. Tapi diakuinya sekarang iniprosesnya baru membantu sebanyak-banyaknya agar yang lulus semakin banyak.

Mengenai jumlah penerima PKH tahun 2018 yang telah lulus, Presiden menyatakan ada 200 ribu. Sedangkan target untuk tahun 2019, Presiden mengaku inginnya lulus semua.

“Tapi paling tidak 2 kali lipat lah,” pungkas Presiden Jokow

Berempat.com