Berempat.com

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi sejumlah menteri melihat secara langsung stok bahan pokok, terutama beras, di Gudang Bulog, Perum Bulog Divre DKI Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1) pagi.

Hingga akhir Desember 2018 ini stok beras di Gudang Bulog mencapai 2,1 juta ton. Sebuah stok yang menurut Presiden memang besar.

Seperti diketahui selama periode Januari-November 2018 Indonesia tercatat melakukan impor beras sebanyak 2,2 juta ton. Jumlah ini menurut pengamat ekonomi Faisal melonjak dibandingkan 2017, dan merupakan impor beras terbesar sepanjang era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK).

“Kalau kita lihat dulu, apa itu, kalau sudah Desember itu pasti segini (sambil memperlihatkan setengah tumpukan beras). Nah ini masih masih banyak sekali. Oleh sebab itu stok ini harus kita pakai untuk menjaga agar harga bahan pokok ini terutama beras bisa sedikit turun,” kata Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi optimistis harga beras akan terus turun, selain karena dalam beberapa hari ini Bulog telah melakukan operasi pasar besar-besaran, stok yang banyak juga akan memberikan keyakinan kepada pasar, memberikan keyakinan kepada masyarakat, bahwa setiap saat diperlukan Bulog siap stoknya.

“Karena biasanya kalau stoknya sedikit itu akan banyak spekulasi dari pasar yang bermain-main dengan harga. Nah ini kita tunjukkan bahwa stok itu memang ada dan memang banyak,” terang Presiden.

Ditambahkan Presiden, sebentar lagi bulan Februari, bulan Maret sudah mulai masuk ke panen raya. Ini juga akan mempengaruhi suplai dari produksi lagi di lapangan.

Namun Presiden Jokowi mengingatkan, kalau mau harga turun secara drastis gampangnya ya suplai saja semuanya ini ke pasar. Tapi ini akan membuat petaninya yang menjadi rugi.

Berempat.com