Berempat.com

Pasca pemilihan suara Presiden, DPR, DPD dan DPR Provinsi dan Kota/Kabupaten berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Nilai tukar rupiah berada pada level Rp 14.016 / US$. Nilai ini telah menguat 1,67% sejak awal April.

Berdasarkan data Bloomberg pada Kamis (18/4) rupiah ditutup di level Rp 14.045 per dollar Amerika Serikat (AS), menguat 0,28% dibanding Selasa (16/4). Dalam sepekan, rupiah menguat 0,53% bila dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu di level Rp 14.120 per dollar AS. Di kurs tengah Bank Indonesia (BI) dalam sepekan mata uang Garuda menguat 0,95% di level Rp 14.016 pada Kamis (18/4).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Pieter Abdullah menjelaskan, nilai tukar rupiah sangat ditentukan oleh aliran modal masuk ke portofolio maupun langsung atau Foreign Direct Investment (FDI). Prediksinya, hasil pilpres 2019 akan memengaruhi sikap investor menjadi lebih positif.

Sementara itu, Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, penguatan rupiah disokong oleh rilis data ekonomi terbaru dari China. Pada kuartal I-2019, ekonomi Negeri Tirai Bambu tumbuh 6,4% year-on-year (yoy). Lebih baik ketimbang konsensus pasar yaitu 6,3%.

Selain data pertumbuhan ekonomi, penjualan ritel di Negeri Panda juga memuaskan dengan mencatat pertumbuhan 8,7% yoy pada Maret. Lebih baik ketimbang bulan sebelumnya yang tumbuh 8,2%.

[wp-rss-aggregator source="4111" limit="3"]

“Data ini memunculkan harapan bahwa ekonomi China tidak akan mengalami hard landing, meski memang ada perlambatan,” tutur Ibrahim. Ini menunjukkan stimulus dari pemerintah dan Bank Sentral China (PBoC) bisa menjaga performa ekonomi Negeri Tirai Bambu.

Ibrahim meramal untuk perdagangan sepekan ke depan rupiah menguat terbatas sebab laju dollar AS masih bisa menguat dan harga minyak masih cenderung naik. Adapun rentang pergerakan mata uang Garuda dalam sepekan ke depan di level Rp 13.900-Rp 14.200 per dollar AS.

 

Berempat.com