Daging impor (dok ppski.or.id)
Berempat.com

 

Pemerintah memutuskan akan mengimpor daging sapi dari Brasil sebanyak 50.000 ton lewat penugasan kepada tiga BUMN, yaitu Perum Bulog sebesar 30 ribu ton, PT Berdikari sebesar 10 ribu ton, dan PT Perusahaan Perdagangan (PPI) sebesar 10 ribu ton.

Kebijakan impor daging sapi Brasil merupakan keputusan yang ditetapkan dalam rapat koordinasi (rakor) Kemenko Perekonomian beberapa waktu lalu.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan, rencana impor daging sapi asal Brasil oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat mencegah monopoli harga daging sapi Australia. Terlebih, daging sapi Brasil dinilai lebih kompetitif dibandingkan daging sapi Australia.

Dilihat dari harga rata-rata internasional, daging sapi beku asal Brasil memang relatif murah, yaitu hanya sebesar Rp 54.854/kg. Sementara daging sapi beku dari Australia dan Selandia Baru masing-masing sebesar Rp 62.745/kg dan Rp 64.724/kg.

Pada 2018, dari total 5,76 juta ton daging sapi beku yang diperdagangkan di pasar internasional, 1,16 juta ton ( US$ 4,55 miliar) di antaranya berasal dari Brasil. Sementara 1,09 juta ton (US$ 3,32 miliar) berasal dari India dan 887 ribu ton (US$ 3,97 miliar) dari Australia.

“Dari aspek kepentingan supaya enggak ada monopoli, itu bagus. Jadi masyarakat ada pilihan. Dan kalau ada monopoli, maka harga pasti akan naik. Ini tidak ada monopoli, seharusnya terjadi kompetisi,” ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Untuk itu, ia menargetkan dalam tiga bulan ke depan setelah realisasi impor oleh Brasil terlaksana, harga sudah mulai dapat ditekan. “Kalau nanti BUMN mau kerja sama dengan swasta (untuk distribusinya) silakan saja. Yang penting importirnya itu BUMN,” ujarnya.

Ia juga memastikan, kualitas daging sapi Brasil cukup bersaing jika dibandingkan dengan daging Australia. Sebagai catatan, importasi tersebut rencananya bakal dilakukan dalam bentuk beku.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan impor daging sapi Australia ke Indonesia pada 2017 mencapai 85 ribu ton atau sekitar 53 persen dari total impor sebesar 160.197 ton.

Adapun nilai impornya mencapai 296,3 juta dolar AS. Impor daging kerbau didominasi oleh India dengan capaian sebesar 55 ribu ton atau senilai 116 juta dolar AS. Di posisi ketiga ada Amerika Serikat dengan total 14 ribu ton senilai 55,98 juta dolar AS.

Sejak 2001, Indonesia belum pernah mengimpor daging sapi beku dari Brasil. Negeri Samba itu memang masih belum bersih dari status zone based dari penyakit mulut dan kuku (PMK). Namun, Brasil merupakan eksportir daging sapi beku terbesar di dunia, bersaing ketat dengan India dan Australia.

Menurut Enggar pemerintah sedang mengatur dan memastikan daging impor Brasil itu tidak mengandung penyakit mulut dan kuku (PMK). Pemeriksaan dan tindaklanjut hal tersebut saat ini masih diupayakan di Kementerian Pertanian (Kementan). Proses ini perlu dilakukan apabila impor daging Brasil direalisasikan BUMN.

Berempat.com