Berempat.com

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Tirta Segara memberikan klarifikasi mengenai keluhan kurangnya pengakuan mata uang rupiah baru di beberapa negara seperti Hongkong, Singapura, dan Arab Saudi.

Tirta Segara menjelaskan bahwa uang Rupiah adalah alat pembayaran yang sah di Indonesia dan sudah tertera di hukum. Sehingga pembayaran di NKRI tidak boleh ditolak, kecuali telah diperjanjikan lain.

“Dan tiap-tiap negara mempunyai otoritas sendiri bahwa uang negara lain bisa diterima atau tidak. Kecuali monetary union seperti diwilayah Eropa” kata Tirta.

Sebelumya, salah seorang netizen bernama Yanto mengatakan, “Istrinya kesulitan menukar uang Rupiah ke Riyal saat melakukan ibadah Haji beberapa waktu lalu. Mereka enggak mau nerima uang Rupiah baru, maunya Rupiah lama”.

Hal serupa juga dialami oleh Dee Abdurrahman. Dia mengalami penolakan saat akan menukar Rupiah yang baru ke mata uang Dollar US. Lewat akun media sosialnya dia menuliskan, “Uang baru hanya berlaku di Indonesia saja, Saya kemarin di Hongkong dan Singapura tidak bisa ditukar.” (CPA)

Berempat.com