Bill dan Melinda Gates berbicara dengan, Neema Malachi Najwale, perawat yang bertugas di Mapinga Dispensary di Tanzania pada tanggal 24 Juni 2011. (Foto: africa.com)

Berkabar.ID – Pendiri Microsoft, Bill Gates dikenal sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Saat ini Bill Gates berada di peringkat kedua sebagai orang terkaya di dunia, di bawah CEO Amazon Jeff Bezos.

Bill Gates sendiri bisa menjadi sumber inspirasi banyak orang. Pasalnya, selain kaya dan gemar beramal, Bill Gates ternyata tidak lupa untuk melunaskan kewajibannya membayar pajak. Bahkan menurut suami dari Melinda Gates ini, orang kaya seharusnya membayar pajak dengan jumlah lebih tinggi.

“Saya membayar pajak lebih banyak, lebih dari US$ 10 miliar, lebih dari semua orang, tapi pemerintah seharusnya membuat orang dengan posisi seperti saya membayar pajak yang lebih tinggi lagi,” kata Gates dalam wawancara dengan CNN, seperti dikutip AFP, Selasa (20/2).

Hal ini diungkapkannya karena melihat kebijakan perpajakan baru yang diberlakukan pemerintahan Donald Trump menguntungkan orang kaya. Padahal seharusnya reformasi pajak tersebut bisa menolong orang yang berada di kelas menengah dan jadi pekerja.

“Orang kaya justru bisa merasakan lebih banyak keuntungan dibanding kelas menengah atau bawah. Hal ini tentu bertentangan dengan apa yang seharusnya terjadi,” tutur Gates.

Rasanya Jadi Orang Kaya

Bill dan Melinda Gates bersama anak-anak di sebuah pusat Anganwadi di desa Jamsaut dekat Patna, 23 Maret 2011. (humanosphere.org)

Bill Gates dan sang istri, Melinda Gates baru saja merilis tulisan yang berisikan jawaban atas 10 pertanyaan paling sulit yang pernah mereka dapat. Salah satunya yakni pertanyaan bagaimana rasanya memiliki harta super banyak dan pengaruh yang besar di dunia.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Melinda Gates mengatakan harta yang ia dan suaminya miliki saat ini tidaklah adil. Terlebih, ketika mereka bisa menikmati berbagai kemudahan sementara orang lain masih banyak yang dirundung kesulitan.

“Tidak, ini tidak adil ketika kami bisa memiliki harta bergitu banyak saat miliaran orang di luar sana justru hanya memiliki kekayaan yang amat sedikit,” tutur Melinda seperti dilansir dari CNBC.

Ikut menanggapi pertanyaan tersebut, Bill Gates mengatakan kesenjangan kekayaan yang begitu tinggi di dunia inilah yang membuat dia berusaha keras untuk bisa menolong orang-orang yang kurang beruntung, salah satunya lewat yayasan yang ia dan istrinya bangun.

“Jika Anda merasa kami tidak adil dengan tidak memberikan uang yang kami punya untuk pemerintah, Anda salah besar. Dengan yayasan ini kami justru bisa membantu memperbaiki masalah lewat dengan pendekatan yang berbeda,” kata Bill Gates.

Gates menambahkan, dengan dibuatnya yasayan ini ia dan istrinya bisa mengidentifikasi kebutuhan dan masalah penting yang sedang dihadapi di dunia. Setelah itu, yayasan tersebut bisa mengambil langkah jangka panjang dalam menghadapi tantangan yang sedang terjadi.

“Dengan adanya yayasan ini kami dapat mengambil pendekatan jangka panjang untuk memecahkan masalah, dan mengelola proyek berisiko tinggi yang biasanya tidak akan dilakukan perusahaan. Jika sebuah pemerintah mencoba sebuah gagasan yang gagal, seseorang tidak melakukan pekerjaan mereka. Padahal jika kita tidak mencoba beberapa ide yang gagal, kita sama saja tidak berusaha,” pungkas Bill.

Tak Menyangka Bisa Menjadi Salah Satu Orang Paling Kaya

Bill Gates (CNBC.com)

Meski kini dirinya begitu sukses, Bill Gates rupanya tidak pernah menyangka bahwa dirinya bisa menjadi miliarder seperti sekarang. Itu diungkapkan saat dirinya menjadi tamu dalam acara talkshow bersama Ellen Degeneres. Ia juga mengatakan, bahwa ia justru terkejut dengan apa yang mampu ia capai sekarang.

“Dari kecil, saya hanya menggilai teknologi, membangun piranti lunak hingga mengatur orang. Saya sangat terkejut ketika apa yang saya lakukan bisa sangat bernilai,” kata Bill Gates dilansir dari video di akun Youtube Ellen Degeneres.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya merupakan sosok yang konservatif. Ia mengakui bila dulu ia selalu takut jika pegawai yang direkrutnya tidak mendapatkan gaji yang sesuai. Sehingga Gates sangat berhati-hati dengan apa yang dikerjakannya jika menyangkut urusan uang.

“Ketika perusahaan saya go-public, ketika saya baru berusia 30 tahun, saya amat terkejut bahwa itu bisa meningkat nilainya dan untung berkali-kali lipat,” ucap Gates.