Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat mencukur rambut di Hunky-Dory Barbershop, Bogor, Januari 2017 lalu. (Tribunnews)

Berkabar.ID – Awal tahun lalu, salah satu barbershop di bilangan Bogor pernah dibuat terkejut oleh kedatangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dikawal Paspampres. Jokowi datang ke barbershop tersebut tanpa undangan, melainkan mengikuti naluri mencari tempat pangkas rambut yang dinilai dapat membenahi penampilannya.

Barbershop yang dikunjungi Jokowi kala itu bernama Hucky-Dory Barbershop yang sudah berdiri sejak 2014 silam. Lantaran menjadi sesuatu yang langka dan fenomenal, Hucky-Dory Barbershop pun segera memajang foto Jokowi saat mendapatkan pelayanan pangkas rambut pada berbagai media promosinya.

Berkabar.ID berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan sang pemilik yang relatif masih berusia muda, ialah Bagas Gumilang. Dalam perbincangan kami, Bagas bahkan mengaku bahwa kini barbershop miliknya rutin berkunjung ke Istana Negara untuk memangkas rambut presiden.

“Jadi sempat di bulan Januari tahun 2017 kita mendapat kunjungan dari Bapak Presiden (Jokowi). Alhamdulillah sampe sekarang kita dua minggu sekali rutin ke Istana untuk mencukur rambut beliau dan keluarga,” ujar Bagas ketika ditemui di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (9/3).

Membuat orang nomor satu di Indonesia kepincut untuk berlangganan tentu merupakan sebuah kebanggaan dan prestasi tersendiri. Apalagi yang bergerak di bidang jasa seperti pangkas rambut. Sebab itu, Bagas pun berani sesumbar bahwa keunggulan layanan pangkas rambutnya ada pada pelatihan sumber daya manusia (SDM).

“Hunky-Dory Barbershop ini merupakan usaha di bidang jasa untuk pangkas rambut yang di mana kita memberikan standar yang premium untuk menangani rambut customer,” tutur Bagas yang hari itu mengenakan batik dengan dominan warna cokelat bermotif daun.

Menurut penuturan Bagas, Hunky-Dory Barbershop saat ini bukan hanya memiliki satu gerai, melainkan ada 8 cabang yang tersebar di Bekasi, Makassar, Bandung, Cibinong, dan Bogor yang disinggahi Jokowi untuk pertama kali.

Memiliki 8 cabang dalam tempo tiga tahun dan menjadi barbershop langganan presiden beserta keluarganya tentu menjadi pencapaian yang membanggakan. Hal itu pula yang membuat Hunky-Dory Barbershop dinobatkan sebagai salah satu peraih Start Up Award 2018 dari Majalah Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI). Penghargaan diberikan pada Jumat (9/3) kemarin.

Bagas mengaku senang dan bersyukur karena sudah mendapatkan penghargaan tersebut. Menurutnya, penghargaan yang diterimanya itu merupakan sebuah bentuk apresiasi dan pengakuan kepada anak muda yang sudah membuat dan mengembangkan perusahaan start up.

“Jadi ini menjadi acuan buat Hunky-Dory supaya lebih matang, lebih kuat bersaing dalam kompetisi ini dan menjadi perusahaan yang besar,” imbuhnya.

Buka Kemitraan, Bagas Proyeksikan Mitra Balik Modal 2 Tahun

Owner Hunky-Dory Barbershop Bagas Gumilang (paling kanan) bersama rekan-rekannya di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (9/3). (Berkabar.ID/R. Shandy)

Bagas menilai bahwa saat ini barbershop sudah menjadi bagian dari sebuah gaya hidup. “Setiap orang (cowok) butuh pangkas rambut. Karena rambut bisa merubah harinya orang,” tukasnya. Ia pun menyatakan kalau sekarang perempuan perginya ke salon, maka pria perginya ke barbershop.

Lantaran telah menjadi bagian dari gaya hidup, Bagas tak menampik bila persaingan di bisnis ini sudah banyak. Barbershop sudah menjamur, bahkan sudah masuk ke daerah. Namun hal itu tak membuat Bagas gentar karena ia sudah percaya diri pada branding mereknya yang identik dengan warna biru dan kualitas SDM yang dimiliki.

Soal kualitas SDM, Bagas tak sembarangan sesumbar. Karena ternyata ia memastikan bahwa SDM yang berada di bawah Hunky-Dory Barbershop telah lebih dulu dipoles di akademi khusus pelatihan pangkas rambut yang berlokasi di Bogor, Jawa Barat.

“Di mana sebelum kita menjual franchise untuk bermitra kita sudah menyiapkan SDM terbaik,” terangnya.

Bagas sendiri mematok paket kemitraan yang cukup terjangkau untuk barbershop yang SDM-nya sudah terbukti mumpuni. Ia menawarkan dua paket kemitraan, yakni Paket Honky dengan modal Rp 260 juta (kapasitas 4 kursi) dan Paket Dory dengan modal Rp 360 juta (kapasitas 6 kursi). Dengan paket kemitraan yang ditawarkan tersebut, Bagas mengklaim bahwa mitra sudah bisa balik modal dalam 2 tahun.

“Kita BEP (break event point) 1 tahun 6 bulan, kita back cash-nya (balik modal) 2 tahun,” terangnya.

Dengan modal tersebut, Bagas memastikan dirinya pun tak akan melepas begitu saja mitra dalam menjalankan bisnis. Ia bahkan memastikan para mitranya akan mendapatkan berbagai support dari manajemen pusat.

“Yang pasti kita berikan support di SDM, di equipment, di trainingtraining Owner dan SDM juga, dan kita berikan evaluasi setiap bulan. Jadi ketika mitra beli franchise, tidak kami lepas. Kita maintenance terus,” paparnya.

“Dan kenapa harus bermitra dengan kami? Karena bersama kami–Hunky-Dory—kami sudah menyiapkan masa depan,” pungkas Bagas.