Konsep bisnis Coffee Corner telah dikembangkan Kapal Api dan bisa menjadi peluang bisnis bagi masyarakat luas. (Berkabar.ID/R. Shandy)

Berkabar.ID – Salah satu merek kopi sachet kenamaan, Kapal Api tentu sudah tak asing lagi di telinga. Apalagi, merek satu ini telah kuat dengan brand image sebagai ‘ahlinya’ kopi hitam. Dan rupanya, diam-diam kini Kapal Api turut merambah bisnis kedai kopi sekaligus menyediakan peluang bisnis (business opportunity) kepada masyarakat Indonesia.

OOH Manager PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api) Musa Hartanto menuturkan bahwa sebenarnya Kapal Api bukan pemain baru di segmen kedai kopi ini. “Sebenarnya kita sudah ada di segmen ini sekitar 6-7 tahun yang lalu, jadi ini bukan konsep yang baru,” ujar Musa saat ditemui Berkabar.ID di Balai Kartini, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Musa juga menuturkan bahwa mulanya Kapal Api merambah konsep booth atau gerobak yang berada di dua segmen berbeda, yakni Kapal Api untuk penikmat kopi hitam dan Good Day’s untuk penikmat kopi di kalangan anak muda.

“Sudah kita coba di sebagian besar wilayah di Indonesia. Dan untuk saat ini jumlahnya sekitar 300 outlet baik yang dikelola sendiri maupun oleh mitra,” tambahnya.

Ketika ditanya perihal potensi bisnis kopi, terutama di sektor kedai atau kafe, Musa mengaku bahwa potensi besar selalu ada. Tinggal bagaimana kita menjawab kebutuhan konsumen itu dengan tepat.

Karena itulah Kapal Api pun mulai mengembangkan konsep peluang bisnisnya yang semula berbentuk booth menjadi kedai kopi atau coffee corner. Tepatnya, ungkap Musa, konsep tersebut sudah dikembangkan sejak satu tahun lalu.

“Jadi sudah extended dari konsep booth yang awalnya pakai gerobak istilahnya, pakai booth, sekarang pakai coffe corner. Jadi demensinya bisa lebih luas, tempatnya bisa menyesuaikan ketersediaan tempat yang mitra miliki,” terang Musa.

Di tahun ini, Musa pun menuturkan bahwa ia akan lebih memperluas penyebaran booth maupun coffee corner Kapal Api, khususnya di luar Jawa. Karena selama ini Kapal Api masih fokus mengembangkan pasar di pulau Jawa.

Paket Bisnis Opportunity Dimulai dari Rp 10 juta

Bentuk booth yang disediakan Kapal Api untuk paket kemitraan booth dipajang pada IFBC Expo 2018 di Balai Kartini, Jakarta 9-11 Maret 2018. (Berkabar.ID/R. Shandy)

Dalam perbincangan kami, Musa menuturkan keuntungan memulai usaha kopi bersama Kapal Api. Mulai dari produk yang sudah dikenal luas oleh masyarakat Indonesia. Ini menjadi keuntungan bagi calon mitra Kapal Api lantaran tak perlu lagi memperkenalkan produk seperti apa yang dijualnya dan sudah pasti dapat diterima oleh konsumen Indonesia.

Keuntungan berikutnya adalah merek yang sudah pasti dikenal luas. Dengan demikian Musa pun memastikan bahwa calon mitra tak perlu membuang waktu untuk branding.

Selain itu, Kapal Api menyediakan paket kemitraan dengan konsep business opportunity. Musa menegaskan bahwa pihaknya tak menawarkan konsep bisnis franchise.

“Konsep bisnis kita bukan franchise, tapi business opportunity. Jadi kita siapkan peluang usaha. Di sana itu gak ada management fee, royalti fee, maupun franchise fee,” tegasnya.

Sejauh ini ada dua jenis paket yang ditawarkan Kapal Api, yang pertama adalah booth dengan modal Rp 10 juta. Dengan modal tersebut mitra tidak hanya akan mendapatkan booth, tetapi juga peralatan dan bahan baku.

Kedua adalah kedai kopi atau coffee corner yang dimulai dari Rp 75 juta untuk dimensi ruang 3×3 meter per segi. “Jadi konsep coffee corner ini yang sangat bisa menyesuaikan kesediaan tempat, seluas apa pun tempatnya kita bisa customkan. Tapi dengan minimal 3×3,” terang Musa.

Dengan nilai paket tersebut, Musa memastikan bahwa para mitranya akan mendapatkan support berupa pelatihan karyawan maupun pemiliknya. “Itu free, seumur hidup. Selama masih menjadi mitra kita tanpa biaya,” sambungnya.

Selain itu, Musa memastikan mitra akan mendapatkan kontrol dari pusat dengan berbagai strategi marketing yang disesuaikan menurut karakteristik lokasi.

“Jadi kita ada tim yang untuk survei, controlling mitra, tim-tim ini yang akan melihat apasih tantangannya, apasih kendalanya. Tim-tim inilah yang akan mengevaluasi dan memberikan masukan. Kita ada treatment secara nasional, tapi per outlet juga ada,” tambahnya.

Tapi, Musa juga menuturkan perlunya peran mitra dalam menjalankan bisnis ini. Artinya, Musa tidak ingin mitra lepas tangan dalam menjalankan bisnisnya. Karena menurutnya bisnis ini membutuhkan keaktifan mitra agar bisa berkembang.

“Jangan Cuma mau uangnya aja tapi gak mau ikut terlibat. Kemajuan bisnis ini salah satu faktornya adalah keikutsertaan mitra untuk mengembangkan bisnis ini,” pesannya.

Lebih lanjut, Musa menerangkan peran mitra yang dibutuhkan paling tidak untuk mengontrol SDM, menghitung stok penjualan, kebersihan kedai, hingga pengembangan bisnis.