Foto Dani
Berempat.com

Sebagai generasi kedua penerus bisnis Olympic Furniture Group, Miss Indonesia 2005, Imelda Fransisca antusias dengan kesibukkan barunya sebagai miss property. Ditemui di Marketing Gallery Olympic City belum lama ini, Imelda tampil segar dalam balutan kemeja outfit putih yang dipadu rok dan high heels hitam. Wanita kelahiran Bogor, 24 September 1982 ini bercerita bagaimana keseruannya terjun ke bisnis properti yang identik dilakoni kaum adam. Maklum, alumnus SMA Regina Pacis ini tak memiliki background pendidikan properti. Miss Indonesia 2005 dan Runner-up 1 Miss ASEAN 2005 ini adalah jebolan psikologi dari Ohio State University, Amerika Serikat.

Sebelum terjun ke bisnis properti, Imelda pernah ikut membantu di Olympic Furniture untuk acara marketing. Lepas itu, Imelda meninggalkan bisnis keluarga karena sibuk sebagai model, bintang iklan, presenter, brand ambassador sejumlah produk, news anchor di MNC TV dan Net TV hingga menjadi presenter di banyak acara perusahaan terkemuka termasuk properti.  Hingga suatu ketika, sang ayah meningatkan Imelda untuk kembali mengembangkan bisnis keluarga.

Imleda yang sempat dilema harus meninggalkan karir yang sangat dicintainya dan harus masuk ke ranah manjemen dan sektor properti, namun akhirnya ia menerima permintaan sang ayah dan nyemplung ke bisnis properti di tahun 2014.

Penulis buku You Can be Anything and Make Changes dan Modern Mama ini mengatakan proyek perdana yang ditanganinya adalah pembangunan  “gudang pintar” di Sentul. Jika biasanya ia hanya terlibat atau bantu-bantu pada acara-acara properti seperti milik Agung Podomoro, Crown Group, dan lainnya, kini, Imelda dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasional.

Banyak yang mengatakan bagaimana bisa dari seorang miss sekarang jadi kuli. Nyatanya, sejak terjun ke bisnis properti, Imelda berkutat dengan semen-semen, keluar masuk lapangan, mengurus kontraktor, tanah, preizinan, menghadap kepala desa, dan sebagainya. “Tapi, di situ saya belajar bahwa kita harus mengerti dari pondasinya terlebih dahulu,” ujar wanita yang besar di keluarga pebisnis.

One Stop Living

Sukses membangun dan memasarkan Gudang Pintar, Imelda kembali mendapat challenges untuk mengembangkan kawasan hunian berkonsep CBD pertama di Kota Bogor. “Saya dikasih mandat, untuk meruntuhkan semua bangunan pabrik Olympic Furnitur untuk dijadikan hunian berkonsep one stop living Olympic City,” papar istri dari Normand Edward Sebastian ini.

Ibu dari Emily Sebastian dan Sophia Sebastian ini bergegas menjalankan mandat sang ayah mulai dari membuat masterplan, meruntuhkan bangunan pabrik, menentukan produk yang bisa diterima masyarakat Bogor, melakukan kajian pasar, hingga membuat strategi marketing. “Secara tertulis jabatan saya Marketing Director, tapi karena saya ini anaknya owner, semua saya kerjakan juga,” ungkap wanita berkulit putih ini.

Olympic City yang memadukan hunian dengan unsur entertainment dan edukasi, 60% kawasan ini merupakan hunian atau perumahan Pine Garden, selebihnya adalah fasilitas penunjang seperti apartemen, hotel, office tower, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, rumah sakit, sekolah, hingga kawasan hijau.

Untuk membangun area ini, Imelda dibantu para tenaga ahli seperti bekerja sama dengan China Construction Third Engineering Bureau co, LTD, dan Country Garden. Keduanya adalah kontraktor dan developer terbesar di Cina.

“Awalnya owner inginnya high risk, tapi melihat karakter masyarakat Bogor yang masih memilih landed house, maka kami menghadirkan Pine Garden I yang sudah hampir habis dan Pine Garden 2 yang akan launching Agustus ini,” ujar Marketing Director Olympic Development ini.

Imelda mengatakan Olympic City adalah CBD pertama di kota hujan sehingga juga cocok sebagai investasi. “Berapa kenaikkan harga yang setelah kawasan CBD rampung 10 tahun ke depan. 1-2 tahun kedepan diproyeksikan harga naik 10-15%. Sejak dipasarkan Juni 2017 harga sudah 2 kali naik,” tambah Imelda.

Pengalaman Seru

Wanita yang hobi kuliner dan olahraga ini cukup bersyukur atas berbagai pengalaman dan relasi yang pernah ia kenal selama berkarir sebelum di bisnis properti. Ia mengaku banyak belajar secara otodidak, banyak membaca buku marketing, keuangan dan harus belajar cepat demi menunjang bisnisnya tersebut.

Banyak pengelaman seru yang dilaluinya mulai dari mencari pengganti operator hotel dalam waktu 2 bulan, hingga mengganti konsep Olympic City dari high risk, menjadi landed house dalam waktu 2 bulan juga.

“2 hari saat mau launching Olympic City 29 November 2017, marketing gallery ini belum beres. Pokoknya yang saya rasakan sangat seru. Saya sering kepepet. Namun saya bersyukur karena saya selalu minta jalan Tuhan. Nggak tau Berkat-Nya ada saja,” ujar duta pendidikan di tahun 2009 ini.

Imelda tak mudah menjual produk properti ditengah kondisi perekonomian yang belum membaik. Apalagi di karakter masyarakat Bogor yang sangat price sensitive. “Yang penting kita harus buat produk yang berkualitas, desain ekslusif, memiliki konsep yang jelas (CBD), lokasi berada di tengah kota, dekat dengan akses tol, LRT, dan fasilitas penunjang lainnya,” beber Imelda.

“Kalau saya, Imelda franscisa sebagai Marketing Director bangun rumah. I want to be a good product for my people invenstred to stay. Makanya saya bawaelnya setengah mati ke kontraktor.  I want to people belive to my product,” ungkapnya lantang.

Sebagai Marketing Director, Imelda sangat concern pada tim marketing yang menjadi ujung tombak penjualan. Karena itu ia rutin meeting setiap minggu dengan team leader dan sebulan sekali memberi motivasi trik marketing bagi seluruh tim marketingnya. “Saya sangat bersyukur tim saya yang awalnya hanya beberapa orang sekarang sudah cukup banyak. Kabar baiknya Kluster pergudangan Gudang Pintar laris manis dan Pine Garden I sudah sold out 90%,” ujarnya tersenyum.

Kedepan, selain merampungkan dua kluster Pine Garden, dan membangun apartemen, CBD dan fasilitas pendukung lainnya. Olympic Development juga memiliki rencana merambah property di beberapa kota di Jawa Barat.

Olympic Development memiliki lahan seluas 200 hektar di Sukabumi yang akan dijadikan kawasan industri dan komersial. Selain itu, juga memiliki tanah di Manado seluas 200 hektar, yang rencananya akan dibangun kawasan industry dan komersial serupa.

Kuliner dan Keluarga

Ditengah kesibukannya bekerja membangun bisnis properti, ibu dua anak ini tak pernah melupakan dua orang putri yang sangat dicintainya. Imelda juga kerap membawa kedua anaknya bekerja agar mengetahui apa yang dikerjakan ibunya itu. “Kadang kalau ada waktu kita liburan ke Bali sebentar, tapi kalau akhir pekan harus kerja, kadang saya boyong semuanya,” imbuh wanita berzodiak Libra ini.

Wanita yang hobi menyukai menulis, mencari kuliner enak kuliner serta olahraga treadmill dan yoga ini selalu mengajarkan anak-anaknya tentang nilai-nilai kehidupan yang paling utama. Nilai pertama adalah takut akan Tuhan. Selain itu, dia juga membiasakan anak-anaknya untuk belajar bertanggung jawab sejak di usia belia.

Dipenghujung perbincangannya dengan berkabar.id Ia mengatakan sangat bersyukur atas semua yang telah Tuhan diberikan padanya. Mulai dari suami yang begitu pengertian dan anak-anak yang sangat mengerti akan pekerjaan ibunya.

 

 

 

 

 

 

Berempat.com