Berempat.com

Pengalaman bekerja di pabrik pakan terbesar Indonesia menjadi gerbang bagi Audy Joinaldy pindah kuadran dari karyawan menjadi pengusaha.

Audy mendirikan pabrik pakan dengan nama PT Sinar Terang Madani di  Barru, Sulawesi Selatan pada 2011. Pria ramah ini menyebut modal awal yang dikeluarkan untuk membangun pabrik pakan sebenarnya tidak besar, hanya sekitar Rp 4 miliar.

Menurut Audy, Indonesia Timur adalah pasar yang sedang bertumbuh, sehingga sangat menjanjikan. Bahkan, pertumbuhan ekonomi rata-rata Indonesia Timur khususnya Sulawesi Selatan di atas pertumbuhan nasional. Tak heran bila sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) bergeliat sangat pesat.

“Walau jumlah total penduduknya mungkin hanya 1/8 Pulau Jawa, tapi pembangunan di timur Indonesia sedang pesat-pesatnya. Kabar baiknya tingkat konsumsi ayam juga semakin meningkat,” imbuh ayah dari tiga anak ini.

Menurutnya, ia tak bersaing dengan pabrik pakan besar karena berada di level dan segmen pasar yang dibidik berbeda.

“Kami bermain benar-benar di pasar ceruk (niche market), sehingga strateginya juga beda dengan pemain besar. Kami lebih banyak menyasar daerah-daerah terpencil di Indonesia Timur sampai ke Kalimantan Utara, NTT, Maluku Utara, hingga Papua,” beber pria tinggi besar ini.

Pakan yang diproduksi dengan merek Perkasa Feed 701 itu dijual pada mitra dan peternak. “Saat ini kapasitas produksi pakan kami 2.500 ton per bulan dan kami sudah menyiapkan lahan untuk ekspansi ke depan,” jelas alumnus Fakultas Peternakan IPB ini.

Selain memproduksi pakan, di bawah payung Perkasa Group juga memiliki hatchery & breeding farm dengan kapasitas produksi anak ayam (DOC) Perkasa Chick (PC) 701 mencapai 250 ribu-300 ribu tiap bulan.

Sukses di bisnis peternakan, pria yang menyelesaikan studi S2 di Wageningen University, Belanda ini melebarkan sayap bisnisnya ke sektor pertanian dengan lini usaha distribusi benih, hingga trading jagung lewat bendera Lintas Agro Group.

“Dalam grup besar kami juga bergerak di bidang pertambangan di Kalimantan Timur dan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Selatan, Jambi, dan Sumatera Barat,” tambah pria yang merampungkan pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Hasanuddin, Makassar itu.

Tak kurang dari 1.000 orang karyawan bekerja di banyak unit usaha yang dipimpin pria berusia 35 tahun ini. Sebagai sosok pengusaha muda, Audy menerapkan personal approach dan family organization di perusahaanya dengan menjunjung asas profesionalitas.

Berempat.com