Ketua Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) Capt. Imanudin Yunus (kiri) saat memberikan pelakat sebagai simbol apresiasi kepada Capt. Bambang Triyogo, pada hari kedua perhelatan Rotary Wing Indonesia Conference 2018 di JW Marriott, Jakarta, Kamis (27/9). (Berempat.com/Shandy)
Berempat.com

Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) memberikan sebuah apresiasi kepada 7 pilot helikopter yang sudah 40 tahun berkarier dan mengoleksi lebih dari 10.000 jam terbang. Ketujuh pilot tersebut ialah Capt. Bambang Triyogo, Capt. Sjahrani, Capt. Edy Susanto, Cap. Oemang Samson, Capt. Agus Moelyo, Capt. Pudji Mugi Santoso, dan Capt. J. Andryana Machmud.

Pemberian apresiasi ini dilakukan di sela acara Rotary Wing Indonesia Conference 2018 pada hari kedua di JW Marriott, Jakarta, Kamis (27/9).

Ketua APHI Capt. Imanudin Yunus mengatakan, apresiasi ini diberikan karena melihat tak mudahnya menjalani profesi sebagai seorang pilot. Pasalnya, seorang pilot harus rutin melakukan uji cek kesehatan setiap 6 bulan.

“Terkait apresiasi tadi gak semua orang bisa mencapai itu, hanya segelintir orang yang bisa mencapai itu. Karena seorang pilot, apakah pesawat aeroplane, apakah helikopter, itu dia harus maintenance medical setiap 6 bulan. Dia harus lulus jantung, harus lulus paru-paru, rontgen, darah dicek, kuping dicek, mata dicek, saraf dicek,” jelas Capt. Yunus kepada Berempat.com usai memberikan plakat penghargaan secara simbolik kepada ketujuh pilot.

Andai pilot tak lulus cek kesehatan saat dilab, Capt. Yunus memastikan pilot tersebut tak akan diizinkan terbang sampai mampu lulus cek kesehatan berikutnya. “Jadi, umur pilot itu sebenarnya cuma 6 bulan,” imbuhnya.

Selain cek kesehatan, Capt. Yunus pun memastikan bahwa seorang pilot harus menjalani uji kompetensi setiap 1 tahun sekali. Kompetensi itu meliputi pengetahuan, teori kesehatan, teknikal mesin, cockpit resource management (CRM), dangerous good management, dan banyak lagi.

“Itu selalu berulang. Saya nggak tahu apa, kayaknya cuma pilot tiap tahun dicek kompetensinya. Dicek itu terbangnya, terus teknikal, knowledge-nya, tiap tahun dicek,” ujarnya.

Karena itulah, Capt. Yunus menganggap bahwa menjalani profesi sebagai seorang pilot itu tidaklah mudah. Sebab apabila sudah 40 tahun berkarier, maka seorang pilot sudah melewati 80 kali uji cek kesehatan dan 40 kali uji kompetensi.

“Itu tidak semua orang mampu. Makanya kita kasih apresiasi. Kita kasih judul ‘This is just a few among 260 millon people’. Jadi hanya segelintir orang di antara 260 juta penduduk Indonesia,” tukasnya.

Sebagaimana dalam narasi yang dibuat Capt. Yunus pada sepenggal video sebelum pemberian pelakat, disebutkan juga bahwa para pilot yang sudah berkarier selama 40 tahun ini sudah memiliki paling sedikit 10.000 jam terbang. Bila diakumulasikan berdasarkan jarak, maka sama saja dengan sudah terbang ke bulan sebanyak 5 kali pulang-pergi, atau traveling mengelilingi bumi sebanyak 40 kali.

“Dan seorang pilot yang sudah mencapai usia 65 tahun adalah sebuah capaian prestasi yang tak semua orang bisa melakukannya, yang perlu kita beri apresiasi setinggi-tingginya. Atas nama Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) mengucapkan terima kasih atas loyalitas, dedikasi, integritas, yang telah diberikan selama ini,” sebut narasi dari Capt. Yunus.

Selain Capt. Yunus, Ketua National Air Carrier Assosiation (NACA) Denon Prawira Atmaja turut memberikan pelakat secara simbolik kepada ketujuh pilot helikopter yang mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya atas masa bakti selama ini. Sumber: Berempat.com

Berempat.com