Berempat.com

Berkabar.ID- Seorang wanita berusia 25 tahun di Prancis nekat melakukan rekayasa penculikannya sendiri demi bisa bersama kekasih gelapnya. Akibat aksinya tersebut, wanita ini diadili dan divonis enam bulan masa percobaan.

Dikutip dari media Internasional setempat, (Jumat (10/11/2017), Sandy Gillard 25 yang telah berpisah dari suaminya, ia tinggal bersama seorang pria yang merupakan pacarnya di kota Rieutort-de-Randon. Meski sudah memiliki pacar, Gaillard juga menjalin hubungan gelap dengan seorang pria lainnya.

Wanita yang juga dikenal sebagai aktivis sayap kanan jauh dari Partai Front Nasional Prancis ini, memiliki ide gila untuk merekayasa penculikannya sendiri agar bisa menghabiskan waktu seharian bersama kekasih gelapnya itu.

Nah dari sinillah, pacar Gaillard melapor pihak berwajib usah menerima pesan singkat dari Gaillard yang dimana ia mengatakan, dirinya telah diculik dan dimasukan ke dalam bagasi sebuah mobil berwarna hitam. Sontak pihak kepolisian setempat berusaha besar-besaran mencari Gillard selama lebih dari 24 jam.

Bahkan sekitar 50 personel militer ikut dikerahkan untuk membantu pencarian. Sebuah helikopter juga ikut mencari Gaillard.

Di tengah pencarian besar-besaran itu, Gaillard tiba-tiba muncul. Dia memicu kecurigaan dengan keterangan yang tenang soal para penculiknya, yang disebut akhirnya membebaskan dirinya begitu saja. Juga terdapat sejumlah hal yang tidak konsisten dalam cerita-cerita yang diungkapkan Gaillard.

Pengadilan di kota Mende menyatakan Gaillard bersalah karena merekayasa kasus penculikan. Dia dijatuhi vonis 6 bulan hukuman percobaan, yang artinya dia tidak akan masuk penjara jika tidak mengulangi perbuatannya dalam enam bulan ke depan.

Pengadilan juga memerintahkan Gaillard untuk membayar denda sebesar 5 ribu euro (Rp 77 juta) dan mencari bantuan psikolog. Dalam persidangan, Gaillard menyatakan kekasih gelapnya tidak terlibat kasus ini.

Berempat.com