Serangan Koalisi Arab Saudi di Yaman (Istimewa)
Serangan Koalisi Arab Saudi di Yaman (Istimewa)

Berkabar.ID – Koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi bertempur melawan pemberontak Houthi di Yaman pada Rabu (10/1). Dalam pertempuran tersebut Koalisi Arab Saudi mengklaim telah berhasil menggagalkan serangan pemberontakan Houthi terhadap sebuah kapal tangker yang bermuatan minyak di dekat pelabuhan Hodeidah, Laut Merah. Kapal minyak tersebut adalah milik Arab Saudi.

Juru bicara koalisi Kolonel Turki al-Malik menyebut, koalisi tersebut berhasil menghancurkan sebuah kapal yang membawa bahan peledak saat menuju ke kapal tanker minyak berbendera Arab Saudi pada Sabtu (06/01) lalu.

Dilansir dari Reuters, wilayah Yaman yang terletak di bibir selatan Laut Merah itu menjadi salah satu rute perdagangan yang sangat penting di dunia. Jalur tersebut biasa dilewati kapal tanker minyak menuju Timur Tengah melalui Terusan Suez ke Eropa.

“Tidak ada keraguan bahwa Pelabuhan Hodeidah memiliki navigasi maritim di Laut Merah dan selat Bab al-Mandab,” kata Maliki, juru bicara koalisi Arab Saudi.

Kantor berita SABA menyebut, pada hari Selasa (09/01) para pemberontak Houthi di Yaman mengancam akan memblokir jalur pelayaran di Laut Merah andai koalisi pimpinan Saudi tetap mengganggu pelabuhan Hodeidah. Ancaman itu datang karena pelabuhan dikuasai pemberontak Houthi.

Al-Maliki pun menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa harus mengambil jalan keluar dan mengendalikan pelabuhan dari kelompok bersenjata yang ingin membajak di Pelabuhan Hodeidah.

Wilayah Yaman yang merupakan negara termiskin di dunia Arab, sudah terlibat dalam perang proxy antara Houthi–yang bersekutu dengan Iran–dengan koalisi militer Arab Saudi–yang didukung Amerika Serikat.

Sejak dimulainya perang pada Maret 2015, koalisi yang dipimpin Saudi telah mengupayakan serangan terhadap Houthi di Yaman. Salah satu targetnya adalah merebut kembali Pelabuhan Hodeida, yang menerima 80% produk impor di Yaman. Beberapa pekan terakhir ini, koalisi serangan udara dan darat semakin ditigkatkan oleh Arab Saudi.

45 Tentara Koalisi Saudi Tewas di 2015 Akibat Perang Houthi

Pemberontak di Yaman (Istimewa)
Pemberontak di Yaman (Istimewa)

Dilansir dari media Vicenews, 2015 lalu sebanyak 45 tentara dari Uni Emirat Arab dan Bahrain tewas dalam sebuah kampanye militer pimpinan Arab di Yaman yang melakukan penyerangan terhadap Houthi.

Kantor berita negara Uni Emirat Arab, WAM mengatakan itu adalah serangan paling mematikan terhadap pasukan Gulf Arab sejak serangan tersebut dimulai. Arab Saudi dan sebuah koalisi negara-negara Teluk Muslim Sunni lainnya telah berperang sejak Maret 2015 untuk mengembalikan pemerintahaan Yaman dari Houthi dan Iran–yang menguasai Ibukota Sanaa pada bulan September tahun itu.

WAM menyebutkan sebanyak 22 tentara Emirat terbunuh di Yaman dan meningkat menjadi 45. Sementara kantor berita resmi Bahrain, BNA menyebut awalnya lima tentara tewas sekaligus yang sedang melindungi perbatasan selatan negara tetangga Arab Saudi.

“Sebuah roket dan sebuah ledakan di sebuah gudang senjata telah menargetkan para martir,” Anwar Gargash, Menteri Luar Negeri UEA, memberikan keterangan di Twitter.

Serangan Roket ke Sebuah Gudang di Yaman

Serangan Roket ke Sebuah Gudang di Yaman (Reuters)
Serangan Roket ke Sebuah Gudang di Yaman (Reuters)

Huthi mengatakan bahwa mereka melepaskan sebuah roket ke sebuah gudang senjata di sebuah kamp yang digunakan oleh pasukan koalisi Teluk di daerah pusat Marib. Serangan tersebut telah menewaskan puluhan tentara Emirati dan Yaman, menghancurkan sejumlah helikopter Apache dan kendaraan bersenjata. Warga di Marib mengatakan kepada Reuters bahwa mereka melihat api mengamuk di perkemahan dan asap tebal.

Koalisi yang dipimpin Saudi telah mendukung pejuang anti-Houthi dengan serangan udara, pelatihan militer dan pengiriman tank dan artileri berat.