Iluatrasi (AyoBandung)
Iluatrasi (AyoBandung)

Berkabar.ID – Menurut para ahli keadaan buruk di kota Afrika Selatan yang dilanda kekeringan hanyalah satu contoh ekstrem dari masalah tentang kelangkaan air. Namun, rupanya kekurangan air bersih tidak hanya akan dirasakan di Afrika Selatan saja. Sedikitnya ada 11 kota di seluruh dunia yang terancam mengalami nasib serupa lantaran kehabisan air bersih.

Dilansir dari BBC, Minggu (11/02), prediksi itu berdasarkan proyeksi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengenai kebutuhan dunia pada air bersih yang akan meningkat 40% lebih banyak pada tahun 2030 mendatang.

Dan berdasarkan hasil survei dari 500 kota besar di tahun 2014 lalu, ditemukan bahwa setiap 1 dari 4 kota berada dalam situasi kekurangan air bersih. Di dunia, saat ini sedikitnya ada 1 juta orang kekurangan air dan 2,7 juta lainnya mengalami kelangkaan air paling tidak selama 1 bulan dalam setahun.

Berdasarkan hasil riset PBB, inilah 11 kota yang diprediksi bakal kekurangan air bersih:

11. Miami
Salah satu kota di Amerika Serikat (AS), Miami yang paling sering ditimpa hujan tiap tahunnya ternyata tetap dianggap mengalami krisis air bersih. Adanya masalah pencemaran di sumber air besih di Miami membuatnya akan mengalami krisis air di tahun-tahun mendatang.

10. Tokyo
Masa-masa tanpa hujan di Tokyo bisa berujung pada kekeringan di bulan-bulan tertentu. Dan untuk mengantisipasi kekeringan, saat ini sedikitnya 750 bangunan di Tokyo punya pengumpul air hujan.

9. London
Pejabat berwenang mengatakan bahwa London bisa mengalami krisis air pada tahun 2025 mendatang dan kekurangan air bersih pada 2040. Penyebab krisisnya air di kota itu dikarenakan jarangnnya hujan turun di kawasan tersebut dan membuat kota itu bergantung pada sungai untuk persediaan air.

8. Mexico City
Warga Mexico City sudah biasa dengan kekuarangan air. 1 dari 5 orang hanya bisa menikmati air keran untuk beberapa jam dalam sepekan. Kota tersebut bahkan mengimpor 40% kebutuhan airnya. Kota itu juga kehilangan air sebanyak 40% yang dikarenakan masalah pipa dalam kondisi buruk.

7. Istanbul
Pakar lokal di Turki sudah mengingatkan bahwa situasi kekurangan air bersih atau air minum akan sangat buruk di tahun 2030 mendatang. Hal tersebut juga diungkapkan oleh pemerintahan Turki yang mengatakan bahwa negara tersebut akan mengalami krisis air.

6. Moskow
Ibu Kota Rusia yang sejatinya memiliki seperempat jatah air bersih di dunia ini tengah bermasalah pada polusi. Pejabat berwenang mengakui bahwa 35-60% air minum di Rusia tidak memunuhi standar sanitas. Ini akan menyebabkan krisis air bersih di tahun-tahun yang akan datang.

5. Jakarta
Seperti banyak kota pesisir, Ibu Kota Indonesia ini menghadapi ancaman kenaikan permukaan air laut. Tapi, di Jakarta masalah ini diperparah dengan tindakan manusia secara langsung. Karena masih banyaknya praktek penggalian sumur secara ilegal. Praktek ini diyakini bakal menguras akuifer bawah tanah.

Sebagai konsekuensinya, sekitar 40% wilayah Jakarta sekarang berada di bawah permukaan laut, menurut perkiraan Bank Dunia. Penyebab utamanya adalah sangat sedikitnya ruang terbuka dan lebih banyak beton serta aspal yang tidak dapat menyerap curah hujan.

4. Kairo
Begitu penting bagi pembentukan salah satu peradaban terbesar di dunia, yakni Sungai Nil yang saat ini sedang berjuan di zaman modern. Sungai Nill menjadi sumber 97% air di Mesir, tapi di samping itu Sungai Nill juga digunakan untuk keperluan pertanian dan banyak mengandung limbah rumah tangga.

WHO menyebut Mesir sebagai salah satu negara dengan jumlah kematian tinggi terkait polusi air. PBB memperkirakan akan ada kekurangan air yang kritis di sana pada 2025.

3. Beijing
Pada tahun 2014 lalu, tiap penduduk Beijing hanya menerima 145 meter kubik air per tahun. Padahal, Bank Dunia mengklasifikasikan kelangkaan air ketika orang-orang di suatu lokasi menerima kurang dari 1.000 meter kubik air per tahun.

China hanya memperoleh 7% air bersih di dunia. Ada juga masalah polusi pada 2015, 40% air di permukaan Beijing tercemar hingga tidak bisa digunakan lagi.

Pihak berwenang China telah mencoba mengatasi masalah tersebut dengan menciptakan proyek pengalihan air yang besar. Mereka juga telah mengenalkan program pendidikan, serta kenaikan harga untuk pengguna bisnis berat.

2. Bangalore
Kota yang berada di sisi selatan India ini tidak diimbangi dengan pengelolaan sistem air dan limbah. Sebuah laporan menunjukkan bahwa kota itu akan kehilangan setengah kapasitas air minum menjadi limbah.

1. Sao Paulo
Ibu Kota Brasil ini menjadi 1 dari 10 kota terpadat di dunia. Sao Paulo pernah mengalami cobaan berat di tahun 2015 saat reservoir utama mereka 4% di bawah kapasitas.

Krisis air dianggap selesai pada tahun 2016, namun pada bulan Januari 2017 cadangan utama mereka 15% di bawah perkiraan. Dan sebab itu, persediaan air di masa depan kembali diragukan di kota ini.