Foto Kaskus
Berempat.com

Ruang gerak Habib Rizieq syihab di Mekkah semakin dipersempit. Usai dicegah ke Malaysia urusan studinya, menurut juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Ma’arif Rizieq layaknya tahanan rumah. Rizieq hanya boleh bertemu dengan lima orang tamu setiap harinya.

“Jadi saat ini pencekalannya itu mulai meningkat. Awalnya tamu dibatasi. Sekarang sudah mulai diperkecil lagi. Tidak bisa lebih dari lima. Nah kemudian informasi terakhir malah tidak bisa keluar rumah sama sekali. Jadi betul-betul kayak tahanan rumah,” kata Ma’arief

Ma’arif membeberkan, saking ketatnya pengawasan, Badan Intelijen Negara (BIN) sampai menyewa rumah di sekitar tempat tinggal Rizieq. Informasi tersebut diperolehnya dari kerabat dekat Rizieq yang berada di Mekkah.

“Info yang saya dapatkan dari kawan yang di sana yang deket dengan Habib ya memang polisi Saudi Arabia sudah patroli di depan rumah, bahkan informasi yang saya dapatkan juga bahkan BIN sendiri menyewakan rumahnya yang letaknya di depan rumah habib,” ungkap Ma’arif.

“Infonya begitu, ada rumah yang disewa BIN untuk jadikan kantor memantau Habib Rizieq info dari kawan kawan di sana,” sambungnya.
Dia melanjutkan, Rizieq sangat ingin pulang ke tanah air. Jika diperbolehkan pulang, Rizieq lebih senang pulang ke Indonesia dari pada menyelesaikan disertasinya di Malaysia.

“Kalau enggak ada persoalan beliau lebih senang ke Indonesia, beliau rindu dan kangen umat Islam, beliau rindu dakwah, beliau rindu dengan kita-kita semua, kami rindu. Tapi beliau lebih rindu dari kita. Sering beliau katakan ingin kembali Indonesia, ingin kumpul dengan teman-teman di Indonesia,” tandasnya.

Tak hanya itu, ratusan ribu orang jamaah Habib Rizieq yang menggelar kegiatan bertema ‘Doa untuk Bangsa’ bersama Iman Besar FPI dari Mekkah di Monas, Sabtu (29/9) dijaga ketat ribuan personel aparat kepolisian.

Berempat.com