Istimewa

Berkabar.id – Bagi para calon konsumen yang berniat membeli skutik premium andalan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Yamaha NMax, sepertinya memang harus bersabar. Pasalnya, ketersedian unit motor bermesin 155 cc ini masih terbatas di dealer, sehingga konsumen pun harus rela inden beberapa bulan.

Mengapa Yamaha NMax menjadi skutik primadona di Indonesia?

Harga NMax sangat terjangkau untuk sebuah motor mewah. Selain itu NMax menggunakan rancang bangun yang dikembangkan atas minat masyarakat Eropa. Hal ini dibuktikan dengan minimnya tekukan agresif ataupun body stripe pada tubuhnya. Kesan mewah pun kental lantaran bodi yang terlihat besar dan elegan.

Untuk kehebatan mesin, NMax mengadopsi fitur katup variable (VVA). Akronim dari Varable Valve Actuation ini siap menyajikan tenaga dan torsi yang lebih merata di setiap level putaran mesin. NMax menjadi pionir teknologi ini sebelum akhirnya mereka adopsi juga di All New R15.

Berikutnya, adalah kenyamanan berkendara khas motor turing. Tongkrongan duduk pengendara yang sangat rileks, stang tinggi dan badan tegak, membuat motor ini nyaman dikendarai termasuk untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu NMax memiliki kelebihan dalam hal menyimpan barang. Di dalam bagasi 23 liternya itu, helm full face bisa diletakkan dengan rapi. Bahkan jas hujan serta perlengkapan berkendara lainnya pun masih bisa disematkan di dalamnya.

Selanjutnya, fitur-fiturnya. Seolah ingin menguatkan imaji sebagai motor mewah, lampu LED di depan, belakang, serta layar full digital monokromatik dijadikan peranti standar. Untuk fitur ini, bagi varian ABS maupun non-ABS tidak ada yang berbeda.

Kelebihan terakhir, varian ABS memiliki mesin 155 cc bertenaga 15 dk dengan transmisi CVT.

Apa yang menjadi penyebab indennya unit Yahama NMax ini?

Executive Vice President Director PT YIMM Dyonisius Beti menjelaskan, tersendatnya ketersediaan unit Yamaha NMax disebabkan jumlah permintaan lebih besar ketimbang target penjualan.

“Perencanaan awalnya itu untuk domestik kita lihat bahwa penjualannya tidak besar. Target awal hanya lima ribu unit, dan untuk ekspor lebih besar. Ternyata, permintaan pasar lima kali lipat jadi 25 ribu,” jelas Dyon saat berbincang dengan wartawan di Pulogadung, Jakarta Timur.

Permintaan konsumen memang di luar dugaan pabrikan asal Jepang tersebut. Selain itu, sudah ada kesepakatan ekspor yang memang harus dipenuhi oleh Yamaha Indonesia.

“Kita lihat total pasar, satu bulan itu sekitar 25 ribu sampai 30 ribu. Tadinya satu line produksi untuk Yamaha NMax, sekarang kita bagi untuk Yamaha Aerox,” tambahnya.

Dengan masih banyaknya permintaan pasar untuk Yamah NMax, pihak Yamaha mengaku terus meningkatkan produksinya. “Kita tingkatkan sedikit, 20 persenan. Setiap 6 bulan kita evaluasi,” pungkasnya.

Lalu mengapa Yamaha belum menaikkan jumlah produksi NMax?

Yamaha sendiri mengakui masih kelimpungan untuk bisa memenuhi semua permintaan atau inden untuk skutik premiumnya, NMax. Yamaha menjelaskan tidak bisa begitu saja menaikkan produksi motor skutiknya.

Diketahui produksi NMax di pabrik Yamaha di Karawang, Jawa Barat, telah dikurangi buat memberi jalan Aerox 155. Prediksi YIMM, permintaan NMax berkurang setelah Aerox 155 dirilis tahun ini. Namun nyatanya prediksi tersebut keliru, peminat NMax tetap banyak.

Manager After Sales & Public Relation YIMM M. Abidin, di Indonesia International Motor Show (IIMS), Kamis (3/5/2017) lalu, sempat menjelaskan, inden NMAX diperkirakan 2 bulan karena distribusinya dikurangi. Abidin tidak memberikan keterangan berapa jumlah produksi NMax untuk saat ini.

“Yang perlu diingat ini kan bukan low price model. Semua ada risiko, daya beli masyarakat, apakah memang betul permintaannya sebesar itu,” jawab Abidin, Rabu (3/5/2017), saat Otomania bertanya apakah YIMM ingin meningkatkan produksi NMax.

Selain itu, Abidin menjelaskan ada pertimbangan lain untuk menaikkan jumlah produksi NMax, yaitu pesaing. Bisa jadi YIMM sudah memprediksi, kue yang tadinya dimakan NMax sendirian bakalan dibagi-bagi.

Sementara ini Abidin belum bisa memastikan kapan produksi NMax bakalan pulih. Namun dia mengatakan perkiraannya akan kembali normal pada semester kedua.

Editor: R. Shandy