Berkabar.id – Brand mobil mewah milik Toyota Motor Corporation, Lexus, sudah berkiprah selama 10 tahun di Indonesia. Lexus berharap mereka bisa menjadi inspirasi dan selalu menjadi mobil premium yang diinginkan.

Di antara mobil premium yang ada di Indonesia, Lexus jadi satu-satunya yang berasal dari Jepang. Meski demikian, ternyata rata-rata orang kaya di Indonesia mempunyai mobil Lexus. Setidaknya satu di antara beberapa mobil yang mereka miliki.

Hal tersebut dinyatakan langsung oleh GM Lexus Indonesia. Ia mengklaim Lexus telah mendapatkan hatinya orang-orang kaya di Indonesia.

“Sekarang kita sudah masuk ke hati orang-orang konglomerat Indonesia, kayaknya nggak ada konglomerat Indonesia yang nggak punya Lexus, apalagi kita kan memang rata-rata mobilnya di atas Rp 1 miliar,” ujar General Manager Lexus Indonesia Adrian Tirtadjaja, kepada wartawan, di Jakarta beberapa waktu lalu.

Menurut Adrian, konsumen yang memutuskan membeli produk Lexus bukan hanya sekedar membeli mobil, namun juga memikirkan segala halnya.

“Kalau orang beli, itu bukan hanya beli mobil buat kita, tapi menaruh juga kepercayaannya, keselamatannya di tangan kita, tentunya harus terima kasih banyak pada mereka tuh,” katanya.

Sementara ini Lexus telah mengantongi 200 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) untuk pengiriman 2018. Seperti yang disampaikan General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja, unit yang sudah terpesan rata-rata produk yang baru diluncurkan di tahun 2017.

“LC 500 tiga unitlah paling, LS 500 baru 50 unit, RX pasti banyak 100-an unit ada, NX yang baru di atas 50, LX 570 juga beberapa ada. Makanya kita sudah nyantai udah nggak stres kaya buat promo-promo,” ujarnya kepada wartawan, di acara perayaan hari jadi ke-10 tahun Lexus Indonesia.

Selain itu, Adrian juga mengungkapkan penjualan Lexus tahun 2017 meningkat dibandingkan tahun 2016. “Naik sekitar 20 persenan. Kalau tahun lalu kan pas acara kaya gini (perayaan hari jadi Lexus) itu kita 1.000 unit, untuk sekarang kita per Desember ini ya 1.200-lah paling (pemesanan-Red),” katanya.

“Untuk yang mendominasi masih SUV lah ya,” tambah Adrian.

Mengapa Lexus jenis SUV lebih laris?

Mengutip dari laman Lexus.co.id, Pengguna mobil mewah kini telah beralih haluan dari mendambakan jenis mobil sedan menjadi lebih nyaman dengan hadirnya mobil SUV. Hal ini dikarenakan desain mobil SUV yang semula hanya didesain untuk kebutuhan khusus seperti menempuh medan yang berat atau jalan penuh tantangan menjadi lebih sporty jika digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga mobil SUV cocok sekali jika dibawa ke kantor, kampus hingga keliling kota seperti city car pada umumnya.

Perubahan haluan ini tidak hanya dialami oleh pengguna mobil mewah di Nusantara melainkan terjadi di pasar global otomotif. Kesuksesan mobil SUV tercermin dari penjualan mobil mewah Lexus di Indonesia dan pasar global. Bahkan penjualan mobil Lexus didominasi oleh segmen SUV seperti Lexus NX, Lexus RX dan Lexus LX.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Januari-Oktober 2017, Lexus Indonesia mencatat penjualan wholesales sebanyak 1.166 unit. Lexus mengisi segmen mobil premium bersama Mercedes-Benz, BMW, Infiniti dan Audi.

Dari angka itu, model RX200t menjadi yang terlaris dengan total penjualan sebanyak 910 unit, disusul NX200 (123 unit), LX570 (90 unit), IS300 (28 unit), ES250 (11 unit), RX350 4×4 (2 unit), dan LS600 hybrid serta IS250 masing-masing 1 unit. Penjualan tertinggi Lexus Indonesia dicapai pada Februari dengan angka 229 unit.

Kelemahan Lexus dibanding kompetitornya

Beberapa merek mobil premiun sudah menggunakan turbo di mesin mobilnya. Namun merek mobil premium asal Jepang, Lexus, sedikit tertinggal dalam hal ini.

Kenapa Lexus tidak menggunakan turbo pada mesinnya?

General Manager Lexus Indonesia, Adrian Tirtadjaja memberikan jawaban kenapa lexus tertinggal dalam hal ‘turbo’. Adrian mengatakan Lexus ingin mengembangkan turbo buatan sendiri alias tidak membeli dari perusahaan lain.

“Begini, saya sudah ngobrol sama orang di Jepang sana, dia bilang kalau orang lain memang turbonya itu kan ada perusahaan bikin turbo, dia beli-lah turbonya pasangin. Lexus bisa saja dengan gampang out house dipakai turbonya. Tapi nggak rela, si Jepangnya nggak mau, karena turbo itu pada umumnya punya kelemahan, turbo lag namanya,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta.

Lexus tidak ingin mobil mereka yang dipasangi turbo mengalami gejala turbo lag yang bikin mobil kurang nyaman saat dikendarai. Untuk sementara ini Lexus tengah mengembangkan turbo sendiri (in house) hingga betul-betul menemukan formula anti-turbo lag.

“Akhirnya dia bikin in house turbo yang nggak ada turbo leg-nya, dimulai dari LS 500, dengan 3,5 liter twin turbo tanpa turbo lag,” jelas Adrian.

Editor: R. Shandy