Transmisi CVT. (Suara.com/Manuel Jeghesta)

Transmisi continuously variable transmission atau CVT merupakan jenis transmisi otomatis yang banyak tersemat pada mobil model terbaru. Konon, penggunaan CVT dapat menghasilkan hentakan mesin yang lebih halus. Namun, benarkah CVT bisa jadi cepat rusak terkait dengan gaya mengemudi seseorang?

Menurut Anton Khristanto selaku Manager R&D PT Nissan Motor Indonesia, gaya mengemudi sebenarnya tidak berpengaruh pada keawetan CVT. Namun, gaya mengemudi akan berpengaruh ke konsumsi bahan bakar.

“Harusnya sih tidak, cuma memang lebih ke boros saja. Kalau gaya mengemudinya agresif, pasti konsumsi bahan bakarnya juga jadi boros,” ujar Anton di sela test drive Datsun Go Cross di Yogyakarta, Kamis (3/5/2018).

Anton menjelaskan, kalau ingin mengemudi agresif, sebaiknya tuas transmisi dioper ke Driver (D) agar akselerasinya lebih enak. Kalau di Datsun Cross, ada pilihan Low (L), tapi untuk akselerasi kurang.

“Low itu biasanya buat nanjak, karena gear ratio-nya kecil dan ada ratio maksimal. Jadi, dia mentok tidak bisa kencang, itu ibaratnya seperti gigi 1 dan 2,” ungkap Anton

Sumber: Suara.com