foto voanews.com
Berempat.com

Kabar akan diluncurkannya mobil nasional bermerek Esemka pada Oktober 2018 dan Januari 2019 menuai banyak kritik. Setelah banyak media menyorot pabrik Esemka berisi mobil SUV asal China merek Geely belum lama ini, dikabarkan sebanyak 15.000 unit mobil Esemka generasi ketiga akan dipasarkan di tahun pilpres.

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengkritik rencana produksi Esemka jelang Pilpres. Fahri juga mempertanyakan apakah Indonesia sudah punya perakitannya. Dia malah mengkhawatirkan bahwa mobil Esemka diimpor dari luar dengan logo yang diganti.

“Ini soal Esemka ini akan menjadi permainan menjelang pilpres kayaknya ya. Jelaskanlah itu sebenarnya ada nggak sih mobilnya itu,” kata Fahri seperti ditayangkan dalam video 20detik, Senin (15/10).

Esemka generasi III dengan merek KMW (Kiat Mahesa Wintor) yang diproduksi di Citeureup, Bogor, Jawa Barat dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah akan memproduksi 15.000 unit kendaraan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) akan diproduksi secara massal oleh PT Kiat Mahesa Wintor Indonesia (KMWI) dan PT Kiat Mahesa Wintor Distributor (KMWD) mulai Januari 2019.

“Januari 2019 kita produksi massal (kendaraan AMMDes). Rencananya kita produksi 15.000 unit,” kata Presiden Komisaris KMWI dan KMWD Sukiyat seperti dilansir Kompas.com di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis

Serangkaian uji coba hingga mengikuti pameran kendaraan, baik di tingkat nasional maupun internasional, seperti IIMS dan GIIAS 2018 telah dia lakukan untuk mendukung proses produksi kendaraan itu. “Uji coba kendaraan ini sudah kita lakukan sejak tiga tahun di Bogor. Ini untuk mengetahui sejauh mana kemampuan kendaraan. Jangan sampai nanti merugikan konsumen,” jelas dia.

Kendaraan berbasis pikap ini memiliki dimensi panjang 358 cm, lebar 137 cm, dan tinggi 190 cm. Sedangkan kapasitasnya hanya mampu menampung dua orang di ruang kokpit. Sumber tenaga berasal dari mesin diesel yang digadang-gadang memiliki tenaga sebesar 16 hp untuk disalurkan pada penggerak roda belakang dengan differential lock system.

“Meskipun ini kendaraan AMMDes kita tetap mengutamakan keselamatan karena membawa barang berat. Walaupun ini bukan mobil, tetapi faktor keamanan menjadi perhatian kita,” ungkap Presiden Direktur KMWI Reiza Tristanto.

Berempat.com