Habis Riziek Shihab dan Prabowo Subianto | foto net
Berempat.com

Aksi pencegahan Habib Rizieq Syihab saat akan pergi ke Malaysia menjadi sorotan. Selain dicegah, Rizieq juga sempat diinterogasi pihak Arab Saudi selama sekitar lima jam di rumahnya. Menurut GNPF-U dan FPI Rizieq diinterogasi dari jam 11 malam sampai 4 subuh.

Damai Hari Lubis, anggota tim kuasa hukum Rizieq mengatakan, Rizieq sempat bertanya kepada pihak Saudi. Namun tak ada jawaban yang bisa menjelaskan pencegahan Rizieq ke Malaysia.“Mereka tidak bisa menjelaskan. (Dijawabnya) ‘hanya perintah sajalah’. Terus ke imigrasi begitu juga, mereka tidak tahu-menahu. Itu kan pelanggaran ya. Seseorang yang tanpa punya kesalahan kok nggak bisa tahu-tahu dicegah. Mereka tidak bisa menjawab,” tutur Damai, yang juga anggota GNP Ulama.

Pencegahan ini membuat Rizieq bersama GNPF-U bingung. Pasalnya, beberapa bulan lalu, Rizieq masih bisa mendatangi Turki, Yaman, dan Maroko. Damai mengatakan administrasi keimigrasian Rizieq masih lengkap dan tidak overstay. Rizieq hendak mengurus visa untuk terbang ke Malaysia guna menyelesaikan disertasinya, setelah Juli 2018. Ketika itu, kata Nasrulloh, Rizieq dilarang pergi ke Malaysia tanpa alasan yang jelas.

Tim Advokasi GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon untuk meminta perlindungan terhadap Habib Rizieq yang masih berada di Arab Saudi. Pasalnya ia mencurigai ada pihak yang memiliki kepentingan mencegah Rizieq kembali ke Indonesia.

“Kami mencurigai ini ada pihak-pihak yang memiliki kepentingan untuk mencegah atau datang kembali ke Indonesia. Padahal jelas setiap warga negara itu dilindungi baik yang ada di Indonesia maupun yang di luar negeri,” kata Nasrullah di gedung DPR, Jakarta. Ia juga curiga ada pesan dari dalam negeri atau Indonesia yang menyampaikan kepada otoritas Arab Saudi agar Habib Rizieq tetap berada di Arab.

Sementara itu, Juru Bicara FPI yang juga ketua Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif menilai saat ini semakin jelas ada pihak yang tidak ingin Rizieq kembali ke tanah air. Dia mengatakan Rizieq semakin dipersempit ruang geraknya usai bertemu dengan Prabowo Subianto dan Amien Rais pada Juni lalu. “Ini semakin memperlihatkan ada kelompok besar yang menginginkan Habib Rizieq tidak kembali ke tanah air,” ujar Slamet.

Slamet menilai penghentian kasus hukum atau SP3 yang diberikan terhadap kasus hukum Rizieq menjadi percuma. Alasannya, karena Rizieq tetap tidak bisa pulang ke Indonesia karena tidak diperkenankan keluar dari Arab Saudi.
“Semakin membuktikan ini bukan persoalan hukum, tetapi kriminalisasi,” tutur Slamet.

Sementara itu, KBRI Riyadh belum menerima pemberitahuan soal pencegahan Habib Rizieq. Lazimnya, KBRI akan diberi tahu pemerintah setempat jika ada WNI yang dicegah.

Sebelumnya Rizieq menyampaikan kepada para pengikutnya dan umat muslim umumnya untuk waspada terhadap kecurangan saat Pilpres 2019. Rizieq juga berpesan pada para laskar cyber. Dia berpesan agar para laskar itu terus berjihad tanpa kenal rasa takut.

“Waspadalah terhadap kemungkinan rekayasa sistem, tabulasi di KPU dari pusat hingga daerah, karenanya siapkan sukarelawan, saksi yang militan di setiap TPS di seluruh Indonesia. Sekali lagi siapkan relawan dan saksi militan di TPS di seluruh Indonesia,” kata Rizieq lewat rekaman surara yang diperdengarkan di Ijtimak Ulama di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Minggu (16/9).

Berempat.com