Foto Bisnisjakarta.co.id
Berempat.com

Komisi Pemberantasan Korupsi kembali memangi Direktur Utama PT PLN Persero, Sofyan Basir seabgai saksi kasus dugaan korupsi pembangunan PLTU Riau 1.

Berbalut kemeja putih, Sofyan hadir di KPK Jumat (28/9) sekitar pukul 10.08 WIB. Ia pun enggan berkomentar banyak. “Nanti saja ya, sudah ditunggu penyidik,” singkat Sofyan Basir.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Sofyan Basir diperiksa sebagai saksi. “Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi,” ujar.

Sebelumnya Sofyan Basir sudah pernah sebanyak dua kali. Di pemeriksaan yang lalu, Sofyan dikonfirmasi seputar pengetahuannya dalam kasus yang melibatkan pengusaha dan anggota DPR RI.

Tidak hanya itu, Sofyan juga sempat dikonfirmasi terkait temuan barang bukti yang ditemukan dari penggeledahan di rumah dan kantornya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga tersangka yakni Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih, pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo (pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited), ‎dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham.

Dari tiga tersangka, hanya Kotjo yang berkasnya sudah masuk tahap penuntutan dan segera disidang di Pengadilan Tipikor Jakarta. Sementara Eni dan Idrus Marhan masih proses penyidikan di KPK.

Menurut penyidik, Eni diduga menerima suap Rp 4,8 miliar yang merupakan komitmen fee 2,5 persen dari nilai kontrak proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt itu.

Diduga suap diberikan agar proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU RIAU 1 berjalan mulus.Sedangkan Idrus diduga mengetahui dan menyetujui pemberian suap ke Eni Maulani. Idrus juga dijanjikan 1,5 juta dollar Amerika Serikat oleh Johannes kotjo.

Berempat.com