Berempat.com

Berbicara kebohongan yang diungkap mantan timses nasional Prabowo-Sandi yang membuat publik gaduh, dikatakan pengamat politik Hersubeno Arief bukan terjadi kali ini. Pembohongan sudah terjadi dilingkar kekuasaan pemwrintah yang dilakukan orang terdekat.

Berikut beberapa kebohongan yang sempat dipercaya tokoh di negeri ini.

Pertama,
Menteri Agama Said Agil Al Munawar berhasil meyakinkan Presiden Megawati bahwa di Istana Batu Tulis, Bogor tersimpan banyak harta karun. Harta tersebut bisa untuk membayar utang negara. Said Agil diizinkan melakukan penggalian. Hartanya ketemu? Tentu saja tidak.

Kedua,
Presiden SBY juga pernah terpedaya Joko Suprapto seorang pria asal Nganjuk, Jatim yang mengaku bisa mengubah air menjadi energi listrik. Dia menyebutnya sebagai terobosan teknologi bernama blue energy.

Ketiga,
Bagaimana dengan Presiden Jokowi? Ternyata juga pernah menjadi korban kebohongan. Seorang remaja asal Banyuwangi, Jatim yang dikenal sebagai Afi Nihaya Faradisa sempat diundang ke istana karena banyak disanjung sebagai penulis hebat. Afi bahkan sempat berselfi ria bersama Jokowi. Belakangan ketahuan tulisannya hasil plagiat.

Keempat
Pada masa Orde Baru Wapres Adam Malik juga terkecoh. Cut Zahara Pona seorang perempuan asal Aceh mengaku bayi dalam kandungan bisa bicara dan mengaji. Kebohongan Cut Zahara terbongkar ketika coba dipertemukan dengan Presiden Soeharto. Ibu Tien Soeharto curiga. Ketika digeledah, kedapatan ada tape recorder dibalik kain yang dikenakannya.

Kelima
Presiden Soekarno juga pernah dibohongi tukang becak dan seorang pelacur asal Tegal, yang mengaku sebagai Raja Idrus dan Ratu Markonah. Keduanya mengaku sebagai Raja dan Ratu Suku Anak Dalam dan bisa membantu pembebasan Irian Barat. Karena itu mereka diundang ke istana dan disambut secara resmi.

Keenam
Cerita tentang Gus Dur lain lagi. Tukang pijatnya bernama Suwondo berhasil menipu Yayasan Dana Kesejahteraan Karyawan (Yanatera) Badan Urusan Logistik (Bulog) dan membobol uang yayasan itu hingga Rp 35 miliar.

“Moral cerita yang bisa dipetik, presiden maupun wakil presiden adalah manusia biasa. Begitu juga halnya dengan capres seperti Prabowo. Mereka bisa saja ditipu,” tulia Hersubeno Arief dalam webaite www.hersuebenoarief.com.

Berempat.com