Berempat.com

Cerita penganiayaan Ratna Sarumpaet (RS) yang disampaikan pada Prabowo Subianto, Amin Rais, Fadizon dan lainnya membuat publik tercengang. Betapa tidak orang yang sudah lama dikenal Prabowo dengan enteng membohonginyaa. Tak pelak, caprea nomor urut 2 itu jadi sasaran tembak lawan politiknya.

Mengamati peristiwa yang cukup menyedot perhatian publik itu, pengamat politik dan pemerhati bangsa, Tony Rosyid mengatakan bahwa kasus kebohongan RS yang kini telah menjadi tersangka dan ditahan, membuat publik curiga.

“Seolah ada design besar untuk menjatuhkan, bahkan mendiskualifikasi Prabowo-Sandi sebagai capres dan cawapres,” katanya.

Paaalnya satu hari setelah jumpa pers RS mengakui kebohongannya ia ditangkap saay akan bertolak ke Chile (4/10). Hadiri acara The 11 th Women Playright Internasional Conference 2018 tanggal 7-9 Oktober 2018. Pemberangkatan RS ke Chile yang disponsori oleh Pemprov DKI yang membuat Gubernur DKI ikut diseret-seret.”Apakah ada pihak yang sengaja mengarahkan panah ke Gubernur DKI,” ujarnya.

Rakyat mulai membaca kemana arah dan sasaran serangan RS. Kasus RS, ternyata tak sederhana yang dipikirkan Prabowo dan rakyat Indonesia. Pendukung tim lawan lalu ada yang bilang: jenderal kok lugu. Mantan komandan kopassus kok bisa dibohongi nenek-nenek. Kalau mudah dibohongi, gimana nanti kalau jadi pemimpin?. “Prabowo jadi arena bullyan. Lagi-lagi, Blamming the victim. Menyerang korban,” jelasnya.

Jika benar ini sekenario yang terencana, maka muncul sejumlah pertanyaan di benak rakyat.

“Apakah ada sekenario untuk mendowngrade Prabowo-Sandi? Bahkan mendiskualifikasi pencapresan Prabowo-Sandi? Kedua, adakah kasus RS akan serius menyasar dan menyeret Pemprov DKI? Khususnya Anies Baswedan,” tanyanya.

Tony Rosyid mengatakan, jika kubu Jokowi memanfaatkan momentum untuk terus mendiskriditkan Prabowo, bahkan berupaya mendiskualifikasinya, rakyat justru akan semakin berempati. Blamming the victim akan berubah jadi dukungan masif rakyat kepada Prabowo. Ini berpotensi jadi langkah blunder bagi tim Jokowi.

Berempat.com