Foto Okezone.com
Berempat.com

Dalam ajang silahturahmi Presiden dengan peserta Apresiasi Kebangsaan Siswa Indonesia (Aksi) di kawasan Sentul, Bogor, Rabu (10/10), Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh siswa-siswi dan para guru agar tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan, meski berbeda dalam pilihan politik.

Menueut Jokowi Indonesia merupakan negara besar yang memiliki suku, agama, budaya, dan bahasa daerah dari Sabang sampai Marauke berbeda-beda. “Inilah negara kita Indonesia, kita harus sadar betul, jangan sampai kita diadu karena kepentingan politik di dalam, berbahaya sekali,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, perbedaan pilihan politik merupakan ‎hal yang biasa dalam pesta demokrasi, seperti pemilihan kepala daerah ataupun pemilihan presiden yang berlangsung lima tahun sekali.

“Silahkan mau milih bupati A,B, silahkan, di Pilgub ABC silahkan, tapi jangan sampai antar teman enggak saling sapa karena pilihan gubernur atau pilpres, rugi. Masa setiap lima tahun kita mau berantem terus,” ujar Jokowi.

Jokowi menegaskan, bahwa negara ini membutuhkan persatuan di seluruh lapisan masyarakat Indonesia‎ untuk meningkatkan daya saing dengan negara lain.

“Coba Asian Games bersatu, kita dapat 31 medali, biasanya dapat empat-lima, kemarin rangking 4, karena bersatu. Enggak ada yang mikir badminton agama apa, suku apa, provinsi mana, hanya untuk Indonesia, untuk merah putih,” papar Jokowi.

Berempat.com