Foto: malangtoday.net
Berempat.com

Adu program hingga strategi telah dilancarkan para tim sukses pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden RI 2019-2024. Jika sebelumnya tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma’ruf Amin akan menjual program pada Taipan dan Konglomerat, lain halnya denan tim pemenangan nasional Prabowo-Sandi yang akan menjual program pada rakyat.

Bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Wahyu Sakti Trenggono mengatakan akan jual program Pak Jokowi, terutama para taipan.

“Kami akan jual program Pak Jokowi. Terutama para taipan. Mereka kan bekerja di sini dengan kebijakan yang sudah beliau lakukan kan akan mempermudah,” kata Wahyu. “Ada perusahaan yang terafiliasi internal untuk modal awal,” ujarnya usai peluncuran rekening dana kampanye di Posko Cemara, Menteng, Jakarta.

Kubu Jokowi akan gencar sosialisasikan capaian pemerintah dimana para taipan banyak dipermudah oleh kebijakan Jokowi, salah satunya dengan kebijakan pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Menurutnya pembangunan infrastruktur sangat dirasakan oleh investor lantaran membuka akses wilayah bagi mereka untuk berinvestasi.

Tim bendahara TKN melibatkan beberapa pengusaha untuk menggalang dana. Semisal Ketua umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Rosan Roeslani, Ketum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bahlil Lahadalia, dan Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir.

“Kami akan manfaatkan (HIPMI dan Kadin Indonesia). Misal kami bikin malam dana, kami minta Rosan (Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani) bantu undang teman-teman pengusaha,” lanjut Wahyu.

Sebelumnya Tim Kampanye Jokowi-Ma’ruf meluncurkan rekening dana kampanye Jokowi-Ma’aruf. Ia pun mengajak seluruh masyarakat yang berniat memberikan bantuannya untuk mengirimnya ke rekening dana kampanye tersebut, yakni rekening BRI atas nama TKN Joko Widodo Maruf Amin 0230 0100 3819 302.

Wahyu mengatakan pengelolaan dana keuangan tim kampanye mengikuti Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dimana bantuan dari perorangan maksimal Rp 2,5 miliar per tahun dan korporasi sebesar Rp 25 miliar per tahun. “Ada juga dari partai, seperti PDIP sebagai pemegang saham terbesar,” tuturnya.

Wakil Bendahara TKN Jokowi-Ma’ruf, Rerie Lestari Moerdijat menekankan pada para donatur bahwa sumbangan atau donasi tidak boleh diikuti dengan kepentingan lain. Sebab, TKN Jokowi-Ma’ruf tidak menjanjikan timbal balik kepada para donatur.

“Buat semua yang memberikan donasi, tidak ada dalam artian keharusan diberikan komitmen dari tim (timbal balik), tidak ada seperti itu. Makanya dibuka ke publik seperti ini,” janjinya.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Andre Rosiade mengaku, tidak gentar dengan langkah Tim Jokowi-Ma’ruf yang meminta bantuan taipan dan konglomerat pada Pilpres 2019.

Menurutnya, Pilpres 2019 adalah soal bagaimana mendapat suara rakyat dengan menjual program yang pro rakyat. Bukan justru menjual program ke taipan. “Kita jual program ke rakyat. Karena Pilpres 2019 untuk rakyat,” kata Andre di Jakarta.

Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra ini menyatakan, tim Prabowo-Sandi sampai saat ini terus menyerap aspirasi rakyat untuk bisa memenangi Pilpres 2019. Sehingga, dengan kekuatan rakyat tersebut pasangan Prabowo-Sandi bisa memperoleh kemenangan.

Berempat.com