Berempat.com

Arah politik para politisi tanah air kadang tak mudah ditebak. Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) yang juga kuasa hukum organisasi Hizbur Tahrir Indonesia (HTI), Yusril Ihza Mahenda mengakui bergabung dengan kubu Jokowi-Ma’aruf.

Kabar ini sempat membuat publik terkejut, maklum Yusril dikenal cukup dekat dengan kubu Prabowo-Sandi. Bahkan Yusril merupakan kuasa hukum HTI yang dibubarkan pemerintah dan di cap sebagai organisasi terlarang.

Seperti diberitakan banyak media, Yusril mengaku pernah diajak Sandiaga dan Waketum Partai Gerindra Ferry Juliantono untuk bergabung dalam tim pemenangan Pilpres 2019 sekitar bulan Agustus-September. Namun karena kecewa dengan Prabowo-Sandi Yusril menolak bergabung.

Salah satunya alasannya, dia menilai ada kesan Prabowo-Sandi hanya ingin menguntungkan timnya sendiri, dan bukannya menganut sistem ‘take and gift’ atau timbal balik dalam koalisi. Menurut Yusril, seharusnya dalam koalisi ada timbal balik yang sesuai. Pasalnya ia akan meluangkan banyak waktu untuk memenangkan Prabowo-Sandi.

“Jadi kalau kami membantu Pak Prabowo-Pak Sandi apa yang sebaliknya bisa dibantu oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi kepada kami. Tapi tidak ada jawaban,” kata Yusril.

Calon legislatif Dapil 8 DKI Jakarta, Novel Bamukmin menyatakan, langkah yang di ambil oleh Yusril untuk menjadi pengacara Jokowi-Ma’ruf disebut telah mencederai amanat dan marwah PBB. Sehingga dia menginginkan Munaslub untuk mengganti posisi Yusril dari jabatan ketua umum.

“Kalau memang benar dan ini bukan baru sekali saja Yusril Ihza Mahendra bermanuver politik dengan sangat mencederai para ulama, amanat partai, ruh partai dan para kadernya. Sebagai caleg, kami dan kawan-kawan mengutuk keras dan akan melakukan perlawanan untuk segera digelarnya Munaslub untuk segera melengserkan Yusril dari ketum secara tidak hormat,” kata Novel, Selasa (6/11).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon bahkan mengaku tidak khawatir akar rumput PBB mengalihkan dukungan kepada pasangan nomor urut 01. Dia yakin arah politik PBB masih condong ke Prabowo-Sandi. Terlebih, Ketua Majelis Syuro PBB, MS Kaban merupakan salah satu tokh yang ikut menandatangani Ijtima Ulama I dan II yang mendukung pencalonan pasangan nomor urut 02.

Bergabungnya Yusril dalam tim Jokowi-Ma’aruf, disambut baik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Meski demikian, Eva Kusuma Sundari meminta, agar kuasa hukum Jokowi-Ma’ruf, Yusril Ihza Mahendra mundur sebagai kuasa hukum Hizbut Tahrir Indonesia atau HTI.

“Dalam konteks ini, saya memohon kepada Pak Yusril mundur dari pengacara HTI, karena menurut saya kontradiktif,” kata Eva di gedung DPR, Jakarta, Selasa 6 November 2018.

Berempat.com