Berempat.com

Capres nomor urut 02 Prabowo Subainto menyampaikan pendapatnya terkait pemilu yang diwarnai dengan teatririkal kecurangan tersebut. Menurutnya, demokrasi adalah jalan yang terbaik bagi kehidupan berbagsa dan bernegara. Tapi yang dirasakan saat ini, rakyat dipertontonkan dan merasakan telah terjadi pemerkosaan pada demokrasi sendiri.

“Setelah kita memperhatikan dengan seksama, mendengar dan meyakinkan diri kita dan rakyat kita, bahwa kita telah memenangkan mandat dari rakyat. Kalau kita menyerah berarti kita menyerah pada ketidakadilan. Itu artinya kita berkhianat pada negara, bangsa dan rakyat. Itu artinya kita berkhianat pada pendiri bangsa. Kita berkhianat pada puluhan ribu pejuang yang telah mendirikan bangsa,” tegas Prabowo disambut takbir audience di Hotel Sultan (Rabu 15/05/2019)

Prabowo menyampaikan jika ia akan mengumpulkan ahli hukum dan membuat surat wasiat. “Nggak usah nakut-nakuti rakyat dengan makar, yang disampaikan para tokoh, jendral itu bukan makar, mereka telah berkorban sejak muda, Mereka hanya ingin membela negara. Jangan takut-takuti kita,” kata Prabowo.

Pria yang akrab disapa 08 ini mengatakan sikapnya bahwa ia masih menaruh secercah harapan pada insan-insan di KPU. “Kami himbau kau anak Indonesia. Sekarang nasib masa depan bangsa ada di pundakmu. Kau yang harus memutuskan. Kau yang harus memilih. Mengakkan kebenaran dan keadilan demi keselamatan rakyat dan bangsa indonesia. Atau meneruskan kebohngan dan ketidakadilan. Kau mengiizinkan penjajahan tehadap bangsa Indonesia,” jelasnya.

Prabowo kembali menegaskan sikapnya tegas akan menolak hasil situng KPU, hasil penghitungan yang curang.

“Kami tak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujran. Saya dan Sandi bukan ambisi pribadi. Demi Allah tidak ada. Sesungguhnya kalau kau tanya hati saya, ingin istirahat. Tapi setelah saya melihat mata rakyat kita, saya pegang tangan mereka dan dengarkan ungkapan mereka, harapan mereka rakyat Indonesia, jeritaan rakyat yang mengharapankan negara yang adil, ini yang mendorong saya. Karena saya bagian dari rakyat, dan saya tidak mungkin tinggalkan rakyat indonesia. Saya akan timbul dan tenggelam bersama rakyat Indonesia,” ungkapnya membuat haru audience yang disambut tepuk tangan.

Prabowo menegaskan jika proses perampasan kemerdekaan dan pemerkosaan demokrasi rakyat terus berjalan, rakyat yang akan menentukan. “Selama rakyat percaya dengan saya, selama itu saya akan bersama dengan rakyat. Saya selalu bersama rakyat hingga titik darah penghabisan. Saya nyatakan siap, kita akan bela kebenaran hingga kemenangan rakyat diakui,” pungkas Prabowo.

Sementara itu, Ketua Badan Pemenangan Nasional Djoko Santoso mengatakan BPN Prabowo-Sandi bersama rakyat Indonesia yang sadar akan hak demokrasinya, menyatakan menolak hasil perhitungan suara dari KPU RI yang sedang berjalan. Di antara beberapa temuan yang dipaparkan adalah terkait jutaan daftar pemilih tetap fiktif, politik uang, pengerahan aparatur negara, surat suara tercoblos, hingga salah hitung website KPU.

Djoko mengatakan, berbagai kecurangan pemilu yang ditemukan sudah dilaporkan BPN ke KPU, namun hingga kini tak pernah ditindaklanjuti. “Beberapa waktu lalu kami sudah kirim surat ke KPU meminta audit terhadap IT KPU, meminta dan mendesak dihentikan sistem penghitungan suara di KPU yang curang, terstruktur, sistematis dan masif,” kata Djoko.

Berempat.com