Menkominfo Rudiantara mengungkap rencana pemerintah untuk meluncurkan satelit sendiri pada 2022.
Menkominfo Rudiantara mengungkap rencana pemerintah untuk meluncurkan satelit sendiri pada 2022.

Berkabar.id – Pada tahun 2022 sepertinya Pemerintah Indonesia akan memiliki satelit komunikasinya sendiri. Setidaknya hal itu disampaikan oleh Menteri Komunikasi Rudiantara dalam konferensi pers penandatanganan satelit milik Pasific Satelit Nusantara (PSN), di kawasan bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Selasa (4/12) kemarin.

Rencananya, satelit tersebut akan disediakan oleh PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan swasta yang menyediakan layanan komunikasi berbasis satelit pertama Indonesia.  Satelit baru pada tahun 2022 itu akan diberi nama “PSN VI.”  Menteri Rudiantara juga menyebutkan bila satelit ini akan memiliki kapasitas yang cukup besar.

“Pada 2022 pemerintah akan meluncurkan satelit sendiri. Kapasitasnya mungkin akan lebih besar dari yang akan diluncurkan PSN pada 2021,” kata Menteri Rudiantara dalam konferensi pers.

Namun sebagaimana namanya, Rudiantara menekankan bahwa rencana peluncuran satelit ini hanya khusus digunakan untuk kepentingan pemerintah. Artinya bukan untuk kepentingan umum apalagi komersil. Karena selama ini pemerintah masih menggunakan satelit yang disediakan pihak ketiga untuk kebutuhan pemerintah. Menteri Rudi juga menyebutkan bila satelit tersebut tidak akan bersaing dengan satelit yang dijalankan oleh perusahaan swasta lainnya di Indonesia.

“Selama ini pemerintah pakai satelit Telkom, satelit Indosat, satelit PSN, bahkan ada yang pakai satelit luar negeri,” tambah Rudiantara.

Ketika ditanya soal kapasitas satelit tersebut, Rudiantara menjawab bila pihaknya masih menghitung-hitung mengenai hal tersebut dengan kementrian lainnya.

“Yang jelas kebutuhan kapasitasnya akan besar. Satelit saat ini paing besar kapasitasnya 130 Gbps. Kita masih menghitung,” terangnya.

Dirinya juga menerangkan alasan pemerintah memerlukan kapasitas besar. Di sini, pemerintah, katanya, masih perlu menghubungkan ribuan titik di nusantara yang membutuhkan koneksi internet. “Kita masih punya PR (pekerjaan rumah) masalah koneksi di Indonesia,” jelasnya.

Rudiantara lantas menjelaskan bahwa pemerintah perlu memberi koneksi bagi ratusan sekolah-sekolah, rumah sakit, kantor pemerintahan daerah, universitas, instansi polisi dan militer di seluruh Indonesia.

Proyek Palapa Ring Belum Maksimal

Proyek satelit baru milik pemerintah ini diteken oleh Menteri Rudiantara karena proyek Palapa Ring yang sudah berjalan masih belum maksimal dalam upaya ‘menginternetkan’ seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, proyek Palapa Ring yang menggelar kabel optik dari ujung barat ke timur Indoensia diakui tidak bisa menghubungkan seluruh pelosok Indoensia. Karena itulah Indonesia perlu meluncurkan satelit untuk wilayah-wilayah yang tidak terjangkau fiber optik itu.

Ia bahkan menyebutkan bahwa nantinya ketika seluruh wilayah sudah terhubung, maka sekolah-sekolah bisa menggunakan internet untuk kegiatan belajar mengajarnya. Tidak hanya untuk pelaksanaan ujian akhir nasional seperti yang saat ini dilakukan, tapi untuk kegiatan belajar mengajar dari awal hingga akhir.

“Saat ini kan ujian berbasis komputer itu hanya di ujung kegiatan belajar mengajar saja. Nantinya murid-murid SD belajar pun kalau bisa pakai internet semua,” tuturnya.

Pemerintah sendiri menyebut akan membuat tender untuk pengadaan satelit tersebut. Hanya saja, ia belum dapat mengungkap berapa satelit yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan telekomunikasi pemerintah itu.

“Bisa satu dengan kapasitas sangat besar, bisa dua tapi masih dibicarakan,” tandasnya.

Butuh Biaya US$230 Juta

Sementara itu, Chief Executive Officer PSN Adi Rahman Adiwoso, pada kesempatan yang sama mengatakan bila biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk meluncurkan satelit tersebut berada di angka US$230 juta.

Biaya yang dikeluarkan tersebut diketahui tidak sepenuhnya dari pemerintah, namun kebanyakan dari kerja sama antara PT PSN Enam Indonesia, anak usaha PT PSN, dengan Export Development Canada (EDC), perusahaan pembiayaan asal Kanada. EDC, menanggung lebih dari setengah biaya proyek satelit tersebut.

“230 juta dolar AS total project cost, di mana 70 persen pinjaman, 30 persen merupakan modal,” terang Adi.

Diketahui sebelumnya, PSN berencana untuk meluncurkan satelit PSN VII yang berkapasitas 100 Gbps pada tahun 2021.

Editor: R. Shandy