Istimewa
Istimewa

Berkabar.id – Google menempati janjinya setelah secara resmi memperkenalkan sistem operasi Android Go (Edisi Oreo) yang tersedia untuk digunakan manufaktur perangkat dengan spesifikasi rendah.

Sebelumnya, dalam konferensi Google I/O pada Mei lalu, raksasa teknologi asal Silicon Valley, AS, itu sempat menjanjikan bakal menghadirkan sistem operasi Android versi custom untuk perangkat low-end. Dan kini pihaknya telah menempati janjinya tersebut.

Walaupun belum tersedia untuk para pengguna di Indonesia, tapi bisa dibilang sistem operasi khusus ini bakal hadir dalam waktu dekat-dekat ini.

Apa sih Android Go itu?

Penjelasan sederhana, sistem operasi Android Go ini dibuat menirukan dari Android Oreo yang dirancang untuk berlari kencang, baik di ponsel dengan RAM 512 Mb maupun 1 Gb.

Untuk mengetahui perbedaanya dengan ponsel premium yang juga bisa menggunakan Andorid Oreo, bisa dilihat perbandingannya pada ponsel Google Pixel 2 yang memiliki RAM sebesar 4 Gb, iPhone X yang punya 3 Gb dan Galaxy Note 8 hingga sebesar 6 Gb.

Membuat sebuah sistem operasi yang bisa berjalan di kedua ponsel flagship dan murah merupakan sebuah tantangan, tapi Google berupaya untuk mewujudkannya. Ada beberapa perubahan pengaturan yang hadir dalam Android Oreo versi Go ini.

Ponsel dengan versi Android Go bakal bisa menggunakan deretan aplikasi Google seperti aplikasi utama Google, Google Assistant, Google Maps, Gmail, dan lain-lainnya.

Salah satu aplikasi diantaranya seperti, YouTube Go, yang memiliki fitur spesial untuk mengunduh lewat Wi-Fi.

Diketahui dari kumparan.com, Android Go memiliki ukuran yang lebih kecil ketimbang sistem operasi utamanya. Ukuran aplikasi yang lebih kecil dan ramping itu dapat menyediakan banyak kapasitas memori di dalam ponsel.

Selain itu, ada juga peningkatan di segi performa dan kemampuan penyimpanan data dalam edisi ini. Tapi bisa saja dengan ukuran yang lebih kecil maka aplikasi jadi lebih lama untuk dibuka.

Tapi ada saja yang bilang bahwa Android Go dan Android One itu sama, padahal perlu diketahui. Andorid Go dan Android One itu berbeda, memang keduanya hadir untuk meningkatkan kualitas perangkat low-end, tapi memiliki arah yang berbeda.

Inilah penjelasan perbedaan Android Go dan Android One

Android One adalah sistem di mana Google bermitra dengan manufaktur untuk memutuskan apa yang harus dimasukkan ke dalam ponsel tersebut dan memastikan untuk terus up to date.

Sementara untuk Android Go, adalah sebuah sistem operasi Android yang diciptakan penuh yang tersedia untuk digunakan oleh manufaktur mana pun. Tapi penting untuk dicatat jika edisi Go datang dari aplikasi Google sendiri. Jadi belum diketahui bagaimana dampaknya untuk penggunaan di kawasan yang tak ada Google seperti di Tiongkok.

Dengan hadirnya Android Go untuk para manufaktur, maka kedepanya kita bisa melihat bagaimana kemampuan dari ponsel murah yang dibekali sistem operasi tersebut.

Sistem operasi Android Oreo Go ini telah diluncurkan di India. Dengan jumlah 1,2 milyar pelanggan ponsel, pasar ponsel dan perangkat nirkabel di India berada di urutan kedua terbesar setelah Tiongkok. Dan dari jumlah pelanggan tersebut hanya sepertiganya yang menggunakan ponsel pintar. Tentunya ini menjadikan sebuah peluang besar untuk Google, pembuat ponsel dan perusahaan telekomunikasi di India.

Walaupun harga ponsel sudah turun drastis di India dengan hadirnya ponsel buatan Tiongkok dan lokal beberapa tahun terakhir ini. Namun ini belum menjangkau pelanggan yang peduli dengan lancarnya penggunaan Android di ponsel berharga murah.

Dilansir dari Reuters, menurut Shobhit Srivastasa, seorang analis dan peneliti teknologi dari Counterpoint, dengan adanya sistem operasi Android yang lebih ringan dan apabila sistem operasi ini berfungsi dengan baik, maka akan mampu menarik pembeli untuk ponsel pintar dikisaran harga US$30 sampai dengan US$75.

Ponsel yang berjalan menggunakan sistem operasi Android Oreo Go akan mendapatkan akses ke versi khusus toko aplikasi Google Play. Toko aplikasi ini ditujukan aplikasi yang didesain dapat berjalan dengan baik di ponsel pintar dengan memori rendah.

Beberapa tahun terakhir ini Google lebih fokus di India, hal ini dapat dilihat dari inisiatif yang dilakukan Google dengan menyediakan layanan Wi-Fi gratis di stasiun kereta.

Berminat menunggu Android Oreo Go hadir di Indonesia?