Logo Amazon (Foto: Reuters)
Logo Amazon (Foto: Media Reuters)

Berkabar.id – Cekcok nyatanya bukan hanya bisa terjadi antartetangga di rumah, tapi juga bisa terjadi di industri besar. Tepatnya di industri teknologi saat ini yang terjadi saat Google menyebut akan memblokir YouTube dari dua gawai buatan Amazon seraya mengkritik peritel daring tersebut yang tidak menjual perangkat keras milik Google.

sebagaimana dilansir dari Reuters (6/12), perseteruan ini adalah yang sekian kalinya bagi Google yang menempatkan para konsumen di tengah persaingan perusahaan besar. Amazon dan Google memang diketahui bersaing di banyak sektor, mulai dari cloud computing, pencarian daring hingga ke penjualan gawai berkendali suara seperti Google Home dan Amazon Echo Show.

Taruhannya sangat tinggi, banyak pelaku industri teknologi menduga interaksi dengan komputer lewat suara akan tersebar luas, dan masih belum jelas jika Amazon, Google atau perusahaan lainnya akan mendominasi sektor tersebut.

Tapi sejauh ini salah satu gawai buatan Amazon masih melampaui Google dalam hal penjualan seperti ditunjukkan e-Marketer awal tahun ini.

Dalam sebuah pernyataann, Google beralasan, ”Amazon tidak menyertakan produk Google seperti Chromecast dan Google Home, tidak menjadikan Prime Video mereka tersedia untuk pemilik Google Cast dan bulan lalu berhenti menjual sebagian produk terbaru Nest yang merupakan rekanan kami.”

“Dengan kurangnya timbal balik seperti ini, kami tidak lagi memasukkan YouTube ke Echo Show dan Fire TV,” cetus Google. “Kami harap kami bisa mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan isu ini segera.”

Pihak Amazon membalas lewat pernyataan, “Google membuat preseden yang mengecewakan dengan secara selektif memblokir akses konsumen terhadap sebuah situs yang terbuka.”

Amazon juga berharap dapat segera bertemu untuk menyudahi cekcok ini, namun untuk sementara para konsumen masih bisa mengakses YouTube lewat internet, bukan melalui aplikasi di gawai bersangkutan.

Google Rilis Adroid Go di Tengah Cekcok

Sedang berhubungan tidak baik dengan Amaozn, pihak Google diketahui baru-baru ini merilis sistem buatan terbarunya yang bernama Android Go.

Android Go adalah sistem operasi yang dibuat menirukan Android Oreo. Dirancang untuk berlari kencang di ponsel dengan spesifikasi rendah, yakni RAM 512 Mb maupun 1 Gb.

Sistem operasi Android Oreo Go ini telah diluncurkan di India. Dengan jumlah 1,2 milyar pelanggan ponsel, pasar ponsel dan perangkat nirkabel di India berada di urutan kedua setelah Tiongkok. Dari jumlah pelanggan tersebut hanya sepertiganya yang menggunakan ponsel pintar. Tentunya ini menjadikan sebuah peluang besar untuk Google, pembuat ponsel dan perusahaan telekomunikasi di India.

Walaupun harga ponsel di India sudah turun drastis dengan hadirnya ponsel buatan Tiongkok dan lokal beberapa tahun terakhir ini. Namun hal ini diyakini belum menjangkau pelanggan yang peduli dengan lancarnya penggunaan Android di ponsel berharga murah.

Sementara itu, Shobhit Sravastasa selaku seorang analis dan peneliti teknologi dari Counterpoint, mengungkapkan dengan adanya sistem operasi Android yang lebih ringan ini maka dijamin akan mampu menarik pembeli untuk ponsel pintar dikisaran harga US$30 sampai dengan US$75.

Ponsel yang berjalan menggunakan sistem operasi Android Oreo Go akan mendapatkan akses ke versi khusus toko aplikasi Google Play. Toko aplikasi ini ditujukan aplikasi yang didesain dapat berjalan dengan baik di ponsel pintar dengan memori rendah.

Selain itu, perusahaan raksasa teknologi asal Silicon Valley, AS, itu diketahui beberapa tahun terakhir ini lebih fokus pada pasar India. Hal tersebut dapat dilihat dari inisiatif yang dilakukan Google dengan menyediakan layanan Wi-Fi gratis di stasiun kereta di India.

Editor: R. Shandy

1 KOMENTAR

Comments are closed.