Mark Zuckerberg bersama istri dan kedua anaknya. (Foto: Mark Zuckerberg/Facebook)
Mark Zuckerberg bersama istri dan kedua anaknya. (Foto: Mark Zuckerberg/Facebook)

Berkabar.id – Salah satu orang terkaya di dunia sekaligus pengusaha yang banyak menginspirasi anak muda, ternyata juga perlu mengambil cuti di bulan Desember ini. Menyambut tahun baru 2018, Mark Zuckerberg mengungkapkan keinginannya tersebut langsung di akun Facebook pribadinya pada Minggu (03/12) lalu.

I'm going on parental leave for December to be with August and Max, so you'll hear from me a little less. We have a…

Posted by Mark Zuckerberg on 2017 m. gruodis 2 d.

“Saya akan cuti selama Desember agar bisa bersama August dan Max (kedua putrinya), jadi Anda akan jarang mendengar kabar dari saya. Kami memiliki beberapa pengumuman soal Facebook dan filantropi lagi tahun ini, dan kemudian saya akan bertemu Anda semua di 2018!” tulis Mark pada unggahan foto bersama anak dan anjingnya.

Pria berusia 33 tahun itu pun mengatakan bahwa ia memanfaatkan kesempatan cuti kelahiran anaknya selama empat bulan yang ditawarkan Facebook. Cuti tersebut, tidak hanya untuk karyawan perempuan, namun juga karyawan laki-laki. Facebook juga tetap membayar karyawannya meskipun sedang masa cuti.

“Studi menunjukkan, ketika orangtua meluangkan waktu untuk buah hatinya yang baru lahir, maka akan berpengaruh baik bagi hubungan keluarganya,” ujar Mark.

Mark selalu ambil cuti setelah kelahiran anaknya

Ini bukan kali pertama Mark mengambil cuti. Pada Agustus lalu, ia pun telah mengambil cuti selama satu bulan saat putri keduanya, August Chan Zuckerberg lahir. “Cuti bersalin tidak semata-mata disibukkan dengan popok dan botol,” ungkapnya ketika kembali bekerja.

Di tahun 2015 Mark juga sempat cuti selama dua bulan ketika anak perempuan pertamanya, Maxima Zuckerberg lahir. Ketika itu, Mark menuai pujian karena membantu menghilangkan stigma terhadap cuti bersalin untuk ayah.

Bukan hanya di Facebook, cuti melahirkan atau kelahiran sendiri sudah menjadi kebijakan untuk beberapa perusahaan besar dunia, seperti Google dan Apple.

Selain itu, karyawan juga dapat memanfaatkan tempat penitipan anak serta kamar laktasi mewah yang disediakan perusahaan.

Pada 2016, San Fransisco menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang memberikan cuti kepada karyawannya. Banyak feminis yang mendesak perusahaan untuk memberikan cuti bersalin bagi karyawan laki-laki, agar tercipta kesetaraan gender di tempat kerja.

Sebelum cuti, Facebook telah merilis aplikasi messenger ramah anak

Sementara itu, baru-baru ini Mark Zuckerberg berserta timnya telah merilis fitur terbarunya yang khusus diperuntukkan bagi pengguna anak-anak.

Jejaring sosial yang berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat ini telah membuat aplikasi messaging yang terpisah dari Facebook Messenger yang sudah ada sebelumnya. Aplikasi terbaru ini sengaja dirancang khusus untuk digunakan anak usia 13 tahun ke bawah yang tidak bisa menggunakan layanan Facebook karena batasan usia.

Aplikasi baru ini dinamai Messenger Kids. Facebook menyebutkan, ini adalah cara bagi anak-anak untuk dapat berkomunikasi dengan orangtua dan teman-temannya secara aman.

Aplikasi Ini Benar-Benar Berada di Bawah Pengawasan Orangtua

Messenger Kids ini telah memberikan akses ke aplikasi pesan instan yang tidak terkait nomor ponsel. Ini untuk mencegah si anak mengirimkan pesan ke orang yang tidak mereka kenal.

Sebelum merilis aplikasi barunya itu, Facebook mengatakan bahwa pihaknya memulai penelitian 18 bulan yang lalu untuk mencari tahu apa yang orangtua dan anak inginkan dari produk potensial ini.

Facebook juga bekerja sama dengan National Parent Teacher Association untuk mendapatkan wawasan keselamatan dan Blue Star Families dari militer yang harus tetap berhubungan selama penerapan yang lama.

Ditemukan bahwa sebanyak 93% anak-anak dari usia 6-12 tahun di AS memiliki perangkat lunak yang salah. Dan tiga dari setiap lima orang tua yang disurvei mengatakan bahwa anak-anak mereka di bawah 13 tahun menggunakan aplikasi pesan, media sosial atau keduanya.

Bila Anda ingin membebaskan anak mengakses aplikasi messenger tapi tetap dapat mengawasinya, rasanya aplikasi Messenger Kids ini memang solusinya.

Editor: R. Shandy