Astronaut NASA. (Sumber: NASA)
Astronaut NASA. (Sumber: NASA)

Berkabar.id – Luasnya luar angkasa, termasuk Galaksi Bima Sakti, ternyata menyimpan risiko besar bagi para Astronaut. Selain fenomena Lubang Hitam yang disebut-sebut sangat berbahaya, Astronaut ternyata diahdapi pada risiko nyasar di luar angkasa.

Coba bayangkan jika Anda seorang Astronaut yang nyasar di luar angkasa. Jauh dari kehidupan, udara dan air serta melayang kemana pun tanpa bisa dihentikan karena tidak adanya gaya gravitasi.

Bisa Anda bayangkan apa jadinya jika anda yang ada di posisi tersebut, pasti Anda hanya bisa pasrah menunggu ajal kematian ataupun dengan menunggu bantuan segera datang.

Itulah risiko yang mengerikan yang terus terpikir di benak para Astronaut. Meski kejadian seperti itu belum pernah terjadi, tetapi kemungkinannya bisa saja terjadi.

Resiko mengerikan itulah yang ingin dicegah kemudian menjadi ide di balik inovasi baru bernama “Take Me Home”. Inovasi tersebut adalah bantuan perusahaan rekayasa teknik asal AS, yang bernama Draper.

Dikutip Berkabar.id dari The Verge, Kamis (07/12) Kini pihak Draper tengah mengembangkan sebuah sistem yang dapat bermanfaat para Astronaut jika sewaktu-waktu terjadi tersesat saat berada di luar angkasa.

Sebenarnya, untuk sekarang ini para Astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional  (ISS/International Space Station) sudah memiliki dua cara untuk menjaga mereka tetap aman saat melaukan spacewalk, kegiatan berjalan di luar ISS di alam bebas luar angkasa.

Diketahui, dua cara tersebut adalah penggunaan tali pengikat papda baju yang dipakai para AstronAut luar angkasa dan menggunakan sebuah tas jet yang disebut SAFER.

Astronaut NASA. (Sumber: NASA)
Astronaut NASA. (Sumber: NASA)

Kedua cara tersebut yang diketahui berfungsi ketika tali pengikat yang diikatkan di  tubuh Astronaut dengan bagian ISS terputus, para Astronaut itu bisa menggunakan jet SAFER tersebut.

Namun cukup disayangkan, penggunaan jet SAFER terbilang cukup sulit dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa ahli dalam menggunakannya.

Menurut Kevin Duda selaku Insinyur Sistem Luar Angkasa Draper, hal semacam itulah yang menjadi motivasi mereka dalam mengembangkan sebuah sistem yang bernama Take Me Home”.

“Sulitnya untuk menguasai operasi tersebut (SAFER) membuat kami termotivasi dalam mengembangkan hal itu dari prespektif otomatis,” kata Duda.

Duda menjelaskan bahwa sistem tombol “Take Me Home” akan menggantikan kotak kontrol dari jet SAFER dengan sebuah sistem otomatis yang akan membawa Astronaut langsung pada daerah yang aman.

Di sisi lain sistem tersebut juga dapat diaktifkan oleh Astronaut lain dari dalam ISS, yang dapat segera bertindak ketika melihat rekannya dalam bahaya.

Insinyur Sistem Luar Angkasa Draper itu juga mengungkapkan sebenarnya untuk mengembangkan sebuah sistem otomatis seperti “Take Me Home” cukup sulit. Salah satu tantangannya adalah bagaimana menciptakan sistem navigasi yang bisa terpasang di baju para Astronout di luar angkasa, suatu hal yang sampai sekarang masih belum ada.

Untuk tantangan yang kedua, pihaknya mengaku sulit menentukan posisi pasti dari benda atau orang luar angkasa.

Namun begitu, Duda juga menjelaskan sistem yang ia bangun itu akan menggunakan kamera yang resolusinya tinggi dan juga sebuah unit yang mampu menghitung pergerakan orang di luar angkasa.

Selain itu Duda juga menjelaskan bahwa sistemnya akan menggunakan sebuah pelacak bintang untuk bisa melacak posisi Astronout berdasarkan posisi bintang-bintang.

Ia juga menambahkan, jika sewaktu-waktu seorang Astronaut tersesat dan berada di posisi orbit Bumi yang lebih rendah, maka sistem sinyal GPS akan dapat digunakan.

Sistem rumit “Take Me Home” tak hanya berisikan sistem navigasi saja. Saat ini Draper sedang mengembangkan sebuah algoritma yang akan membantu memperhitungkan rute terbaik dan bebas bahaya bagi Astronaut yang hanyut di luar angkasa untuk kembali menuju tempat yang aman atau pintu masuk ISS.

Jadi maksud dari sistem tersebut adalah, sistem yang akan dikembangkan bernama “Take Me Home” ini akan membuat jet SAFER bekerja secara otomatis membawa Astronaut ke tempat aman saat mereka tersesat dan dalam bahaya di luar angkasa sana.

Draper telah menunjukan sistem tersebut kepada National Aeronautics and Space Administration (NASA) bahwa sistem baru yang mereka buat ini sangatlah berguna dengan baik dalam simulasi. Akan tetapi untuk mengembangkan sistem ini lebih lanjut, diperlukan dukungan dana dari pihak NASA.

“Teknologi ini bisa menjadi solusi, kita hanya memerlukan komitmen dari costumer (NASA) untuk membuat sistem ini menjadi kenyataan,” kata Duda.

Pihak Draper yakin bahwa sistem baru ni dapat membantu kehidupan banyak manusia, tak hanya membantu para Astronaut di luar angkasa. Sebagai contoh, sistem “Take Me Home” ini juga dapat membantu para penyelam untuk lebih mudah mencari jalur pulang ketika tersesat di tengah laut.

Selain itu, sistem ini dapat dibuat untuk membantu para pemadam kebakaran dalam menemukan rute aman untuk keluar dari gedung yang tengah terbakar parah. “Ada kegunaan yang dampaknya juga besar bagi kehidupan di Bumi, sebagaimana dampak besarnya ke para astronaut,” kata Duda.

Semoga pihak NASA menyetujui sistem ini untuk para Astronaut di ISS guna melakukan spacewalk dengan tenang.

Editor: R. Shandy