Ilustrasi Mata-mata YouTube (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Mata-mata YouTube (Foto: Istimewa)

Berkabar.id – Saat ini maraknya konten video yang nyimpang yang menjurus ke porno di YouTube membuat platform streaming video tersebut mengambil sikap tegas.

CEO YouTube Susan Wojcicki, menulis di sebuah blog yang menyinggung sejumlah kontroversi terkait kepercayaan dan keamanan di YouTube selama setahun belakangan ini.

Dalam blog tersebut Wojcicki mengatakan YouTube telah memberikan dampak positif selama satu dekade ini, namun ia tidak bisa menyembunyikan jika ada masalah-masalah yang juga dialami platform tersebut. Berbagai macam video ekstrem, eksploitasi anak, dan konten mengganggu lainnya di YouTube menimbulkan protes besar dan kampanye menarik iklan.

“Saya telah melihat bagaimana sejumlah pihak jahat mengeksplitasi keterbukaan kami dengan cara memanipulasi, melecehkan, bahkan melukai orang,” ujar Wojcicki dalam tulisan blog tersebut.

YouTube (Foto: Istimewa)
YouTube (Foto: Istimewa)

Wojcicki juga mengungkapkan bahwa YouTube telah belajar banyak dari beragam upaya dalam menangkap konten yang menyelimpang. Pihaknya mengambil tegas beberapa langkah dengan menghapus 150 ribu video terkait konten ekstremis sejak bulan Juni 2017, saat mereka mulai menggunakan teknik machine learning dalam mengidentifikasi video negatif semacam itu. 98% dari video yang sudah dihapus adalah video teridentifikasi sebagai video dengan konten ekstremis oleh algoritma mesin pembelajaran tersebut.

Untuk mengingkatkan kemampuan machine learning miliknya dalam mendeteksi konten negatif, YouTube berjanji akan menambah lebih banyak lagi database-nya.

Selain itu, Google selaku induk perusahaan YouTube juga bakal menambah lebih banyak tenaga manusia untuk mengawasi penyebaran konten video semacam itu.

Pada tulisannya itu, Wojcicki mengklaim pihaknya bakal menambah jumlah tenaga kerja manusia hingga lebih dari 10 ribu orang pada tahun 2018 mendatang, guna menangkal konten video yang melanggar aturan dan kebijakan YouTube.

Seiringnya dengan semakin ketat pengawasan konten tersebut, sejumlah kreator video YouTube mengaku mengalami penurunan pendapatan karena jumlah iklan yang berkurang.

“Ini adalah tahun dengan pertumbuhan dan inovasi yang luar biasa, tapi saya ingin menggunakan kesempatan ini untuk merefleksikan yang terjadi pada tahun-tahun yang sulit bagi komunitas pembuat (konten) kami,” kata Wojcicki.

Untuk mengatasi masalah ini, ia dan pihaknya berjanji akan memberikan transparansi dan sarana bagi para pembuat konten untuk membantu bisnis mereka, terutama bagi yang terkena deteksi sistem machine learning.

CEO YouTube itu mengatakan bahwa pihaknya akan mengurangi jumlah video yang berhak di pasang iklan. “Kami berencana untuk menerapkan kriteria yang lebih ketat, melakukan kurasi video dengan cara lebih manual, sembari meningkatkan tim pengulas iklan untuk memastikan jika iklan-iklan berada pada konten yang seharusnya,” tulisnya.

“Ini juga akan membantu para pembuat konten untuk memeriksa kestabilan pendapatan mereka. Ini penting bagi kami untuk melakukan hal yang baik bagi pemasang iklan dan pembuat konten, dan dalam beberapa minggu, kami akan membicarakan tentang pendekatan ini.”

Masalah yang cukup besar terkait konten negatif di YouTube memang sangat meresahkan para pengguna, mengingat aksesnya yang begitu mudah. YouTube mengaku bakal terus memperhatikan masalah ini, pihaknya juga memenuhi apa yang dibutuhkan oleh para kreator konten agar bisa terus berkarya dengan nyaman dan mendapatkan pendapatan yang sesuai.

YouTube ‘Ngambek’ Dengan Amazon

Sementara itu, baru-baru ini terdengar kabar tentang induk atau pusatnya YouTube, terkait masalah dengan pihak YouTube Amazon.

Induknya YouTube, yakni Google telah menyebut akan memblokir YouTube dari dua gawai buatan Amazon seraya mengkritik peritel daring tersebut yang tidak menjual perangkat keras milik Google.

Editor: R. Shandy