Bukalapak (Istimewa)
Bukalapak (Istimewa)

Berkabar.ID – Layanan transportasi berbasis online, Go-Jek membuka kantor pusat riset dan pengembangan di India. Tujuannya untuk mencari bibit-bibit baru developer. Namun langkah tersebut tidak mau ditiru oleh perusahaan pasar daring Indonesia, Bukalapak. Pihaknya justru lebih memilih untuk membuka markas engineer-nya di Tanah Air.

Dalam acara perayaan delapan tahun Bukalapak di Jakarta, Rabu (10/1) sore, Achmad Zaky selaku Founder dan CEO Bukalapak mengatakan, pihaknya lebih baik mengembangkan riset di Indonesia agar industri di Indonesia lebih maju.

Pusat riset ini pun dikatakan sebagai bentuk komitmen Bukalapak dalam mengembangkan talenta-talenta berbakat di Indonesia. Seluruh engineer yang akan bekerja di pusat riset tersebut nantinya adalah orang Indonesia.

Bandung menjadi kota riset yang dipilih Bukalapak dengan sejumlah alasan. Salah satunya lantaran para pendiri Bukalapak memiliki latar belakang pendidikan di Bandung, sehingga sudah paham akan situasi dan kondisi di Kota Kembang itu

Founder dan CEO Bukalapak, Ahmad Zaky (Istimewa)
Founder dan CEO Bukalapak, Ahmad Zaky (Istimewa)

Dalam acara itu Achmad Zaky juga menyebut jika di Bandung banyak perguruan tinggi yang fokus pada bidang teknologi seperti Itenas, Telkom, ITB, Unpad dan lain-lain. “Jakarta saja kalah,” kelakar Zaky.

Buka Pusat Riset di Bandung Pertengahan 2018

Ilustrasi Pusat Engineering (http://engineering.nyu.edu)

Zaky saat ini mengaku sedang mempersiapkan pembangunan pusat riset di Bandung, Jawa Barat. Pusat riset ini direncanakan mulai beroperasi pada pertengahan 2018. Pusat riset Bukalapak diklaim akan memiliki luas berkisar 4-5 ribu meter persegi. Namun Zaky mengaku bila lokasi tepatnya masih belum ditentukan.

“Tahun ini kami akan punya pusat riset di Bandung dan sudah ada beberapa opsi, tapi lokasi tepatnya masih belum ditentukan. Pertengahan tahun ini rencananya mulai beroperasi,” ujar Zaky.

Seiring dengan pengembangan pusat riset, kata Zaky, pihaknya akan aktif mengajak anak-anak muda di Indonesia untuk bergabung dengan Bukalapak. Kerja sama dengan perguruan tinggi pun akan dilakukan.

“Saya juga telah berdiskusi dengan Walikota Bandung untuk membahas kemungkinan penerapan smart city di sana,” ungkap pria berusia 31 tahun itu.

Untuk Pengembangan Berbagai Teknologi Baru

Bukalapak

Pusat riset ini, menurut Zaky, diperuntukan bagi mengembangan berbagai teknologi baru, mulai dari drone, blockchain, augmented reality (AR), hingga kecerdasan buatan (AI).

Zaky menargetkan pusat risetnya dapat rampung pertengahan tahun ini. Begitu selesai, 30-50% aktivitas engineer Bukalapak akan dipusatkan di sana. Selain itu, dengan adanya pusat riset ini Bukalapak berharap dapat merekrut 200 talenta lokal.

“Kami ingin membangun pusat riset terbesar di Bandung. Mudah-mudahan itu jadi komitmen kami mengembangkan talenta lokal juga memajukan industri dalam negeri,” pungkas Zaky.