Ilustrasi (StyleinTech)
Ilustrasi (StyleinTech)

Berkabar.ID – Di zaman modern seperti ini perkembangan teknologi memang sangat menonjol, salah satunya smartphone. Pengguna smartphone dan internet pun setiap hari tidak hanya dilakukan oleh orang dewasa, tapi saat ini banyak juga anak-anak yang susah lepas dari smartphone dan internet.

Sementara itu, penggunaan smartphone dan internet oleh anak-anak memiliki dua sisi, bisa positif atau negatif. Terkait dampak negatif itu sendiri, para orangtua dianjurkan agar tidak membiarkan anaknya menggunakan smartphone dan internet begitu saja. Para orangtua harus melakukan pendampingan, seperti memantau dan meriksa apa yang dilakukan anak tersebut saat mengakses internet.

Saat ini masih banyak orangtua yang tidak sadar dengan dampak negatif dari penggunaan internet oleh anak-anak, hal tersebut diungkapkan oleh Margareth Aliyatul, Komisioner Bidang Pornografi dan Cyber Crime Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di acara diskusi Create, Connect, Respect: Memberdaya Orangtua untuk Memandu Anak-Anak yang Terkoneksi.

“Masalah utama adalah orangtua tidak sadar banyak dampak negatif pada gadget. Misalnya mereka merasa anak-anaknya aman di rumah dengan internet daripada di luar. Padahal, tidak begitu, risiko di internet juga tidak kalah besar,” ungkap Margareth di kawasan Jakarta, Senin (12/2).

Margareth pun mengatakan, masalah yang timbul karena penggunaan internet terus mengalami peningkatan. Selama 3 tahun belakangan ini, laporan pornografi dan kejahatan siber yang masuk ke KPAI mengalami peningkatan.

Untuk mencegah terus meningkatnya kejahatan siber pada anak-anak, maka salah satu cara yang bisa dilakukan yakni dengan mewajibkan para orangtua untuk terus mendampingi anak-anak di dunia internet.

Berempat.com

“Orangtua harus menyadari bahaya anak di internet, kita tidak mungkin bisa menutup akses internet. Oleh karena itu, kita sebagai orangtua wajib mendampingi dengan memantau dan memeriksa apa yang mereka lakukan di internet. Jangan dibiarkan begitu saja,” sambng Margareth.

Selain itu, ia juga meminta agar para orangtua harus masuk ke dunia online anak dan menjadi sahabat mereka. Orangtua pun harus mengadakan sebuah pengaturan tentang penggunaan gadget dalam sehari-harinya.

Anak-Anak Mudah Jadi Korban Kejahatan di Internet

Ilustrasi (Haberturk)
Ilustrasi (Haberturk)

Mengawasi dengan cara memantau dan memeriksa ini dinilai Margareth sangat penting. Pasalnya, anak-anak mudah menjadi korban kejahatan di internet ketimbang orang dewasa.

“Karena sekarang ini banyak orang (menggunakan gawai dan internet), termasuk yang belum masuk sekolah, sehingga kasusnya banyak sekali. Anak-anak tetap menjadi sasaran empuk karena mudah diajak dan dirayu. Mereka tidak punya self protection seperti orang dewasa,” jelas Margareth.

Hal serupa juga dikatakan oleh Stephen Balkam selaku Founder dan CEO Family Online Safety Institute. Ia mengatakan bahwa orangtua harus mengarahkan anaknya di internet. Orangtua harus mengajarkan kepada anaknya untuk bertanggung jawab atas segala hal yang diunggah di internet.

“Orangtua harus mengajarkan anak-anak untuk beranggung jawab atas yang mereka unggah di internet. Orangtua pun harus begitu, sehingga anak akan mengikuti apa yang dilakukan oleh orangtua,” ucap Stephen Balkam.

Stephen juga mengatakan bahwa pengawasan terhadap anak saat menggunakan internet harus dilakukan dengan serius. Apalagi saat ini sudah banyak hal yang terkoneksi ke internet.

“Sekarang banyak hal terkoneksi ke internet, dan ke depan akan lebih banyak lagi. Oleh karena itu, orangtua harus membekali anak dengan arahan dan bicarakan apa yang boleh dilakukan dan tidak di internet,” pungkasnya.