Ilustrasi: pengguna Facebook (Reuters)
Berempat.com

Perwakilan Facebook Indonesia akhirnya memenuhi panggilan DPR hari ini, Selasa (17/4). Pemanggilan ini masih terkait dengan skandal kebocoran data pengguna Facebook di seluruh dunia. Termasuk pengguna Facebook di Indonesia.

Pada Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi I DPR, Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menyampaikan perkembangan kebocoran data tersebut.

“Ada beberapa poin yang ingin kami sampaikan terkait masalah ini. Pertama kami mengetahui bahwa ada total 1.096.666 pengguna terdampak di Indonesia, sebanyak 748 di antaranya merupakan pengguna terdampak langsung,” kata Ruben kepada Komisi I DPR di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/4).

facebook rapat DPR, facebok maaf dpr
Suasana RDPU Komisi I DPR bersama perwakilan Facebook Indonesia di gedung Nusantara 2 DPR RI, Jakarta, Selasa (17/4). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
Ruben menerangkan, pengguna Facebook Indonesia yang terdampak langsung itu telah menggunakan aplikasi yang berafiliasi dengan Cambridge Analytica (CA). Aplikasi tersebut memang telah tersedia di platform Facebook sejak 2013 hingga 2015 lalu. “Sisanya merupakan teman pengguna yang memiliki aplikasi itu di Facebook miliknya,” terang Ruben.

Dia juga menyampaikan bahwa angka tersebut mungkin bisa lebih besar dari angka yang ada sekarang. Sebab, Facebook mengaku tidak menyimpan data pengguna yang memiliki aplikasi tersebut sejak dibatasi akses datanya pada Mei 2015 lalu.

Kendati demikian, terkait masalah skandal tercecernya data pengguna Facebookini, Facebook Indonesia tetap kekeh menganggap bahwa hal ini bukanlah sebuah kebocoran data.

“Penting untuk saya sampaikan bahwa tidak pernah terjadi kebocoran data dari sistem Facebook. Kejadian ini bukanlah kejadian di mana pihak ketiga berhasil menembus sistem Facebook atau berhasil lolos dari perangkat pengamanan yang kami miliki,” kata Ruben.

Ruben menyebut hal ini adalah kejadian yang merupakan bentuk pelanggaran kepercayaan yang dilakukan pihak ketiga. Namun dia mengakui bahwa kejadian ini merupakan bentuk kegagalan Facebook dalam melindungi data pengguna.

“Aplikasi ThisIsYourDigitalLife (Aplikasi kuis CA) sudah tidak lagi bisa diakses per akhir Desember 2015 lalu. Sehingga para pengguna Facebook termasuk di Indonesia tidak lagi dapat mengakses aplikasi tersebut melalui platform kami,” tuturnya.

“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Kami akan melakukan beberapa hal untuk menindaklanjuti permasalahan ini. Kami perlu menekankan bahwa kami melakukan tanggung jawab kami dengan sangat serius,” sambung Ruben.

Terakhir dirinya menyebut bahwa kejadian tersebut merupakan kesalahan besar bagi Facebook yang harus diselesaikan. Karenanya, Facebook akan bertanggung jawab atas masalah ini. “Sekali lagi, kami di sini ingin menyampaikan permohonan maaf kami,” tutup Ruben.

Sumber: Jawapos.com

Berempat.com