Berempat.com

Cawapres nomor urut 2, Maruf Amin akan dilaporkan Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) ke Bawaslu atas kunjungannya ke Ponpes Organisasi Nahdatul Wathon (NW) yang berada di NW Pancor dan NW Anjani, Jumat (26/10).

Aldi Pratianto Sekjen Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) akan melaporkan dugaan pelanggaran kampanye yang di lakukan oleh Cawapres KH. Maruf Amin, (31/10).

“Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB dan Kabupaten Lotim kemana ya..? Kok bisa tidak terpantau, atau sengaja?”, ujar Aldi.

Sekjen RSI menyayangkan sikap bawaslu yang tidak melakukan peneguran terhadap Cawapres No.01 di lingkungan pendidika .

“Ko bisa ya bawaslunya tidak melakukan peneguran terhadap kegiatan kampanye Cawapres No.01 di lingkungan pendidikan”, pungkasnya

Berdasarkan aturan, Capres dan Cawapres, Caleg DPR, DPRD Provinsi, Kabupaten dan Kota tidak di perbolehkan kampanye di lembaga pendidikan, tempat ibadah maupun perkantoran milik pemerintah.

“Karena sesuai aturan yang ada Capres dan Cawapres, Caleg DPR, DPRD Prov, Kabupaten dan Kota tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan kampanye di lembaga pendidikan, tempat ibadah maupun perkantoran milik pemerintah”, ujar Aldi menjelaskan aturannya.

Aldi mengatakan sudah berkoordinasi dengan Divisi Hukum dan Advokasi Rumah Sandiuno Indonesia (RSI) dengan bukti-bukti saat kampanye di Ponpes NW di Lombok Timur.

“Bukti-bukti sangat jelas dilapangan, semuanya sudah kita siapkan, tinggal kami melaporkan pada Bawaslu agar pihak Cawapres KH. Maruf Amin sadar bisa berkompetisi dengan Benar sesuai aturan yang berlaku”, tegasnya.

Ia pun menyarankan agar Cawapres KH.Ma’aruf Amin untuk belajar pada Sandiaga Uno saat berkunjung ke Tangsel.

“Saya menyarankan kedepan Pak KH. Ma”ruf Amin bisa belajar pada Bang Sandiaga Uno, saat kunjungannya ke Tangsel Bang Sandiaga Uno taat azas dan aturan karena lingkungan Pendidikan tidak di perkenakan dipakai lokasi kampanye, Bang Sandiaga Uno aja ikut aturan masa Pak Kiyai nga ikut”, ujar Aldi.

Berempat.com