Foto : indonesiaraya.co.id
Berempat.com

Pasar tradisional menjadi salah satu tempat yang begitu seksi didatangi calon Presiden dan Wakil Presiden pada setiap Pemilu. Sebut saja Cawapres nomor urut 2 yang berkali-kali kampanye di pasar-pasar tradisional. Seolah tak mau kalah dengan rivalnya, Capres nomor urut 1 Joko Widodo juga menarik simpati masyarakat dengan blusukan ke pasar.

Seperti akhir pekan ini, Cawapres Sandiaga Uno mengunjungi Pasar Besar Kota Malang, Jumat (23/11). Ia menkenaikan buncis dan wortel naik 20-30 persen hal ini dikeluhkan pedagang.

“Alhamdulilah kondisi pasar ramai. Tetapi pedagang bilang bahwa sejumlah barang harganya naik, yakni buncis dan wortel,” kata Sandiaga.

“Yang sebelumnya seharga Rp 10 ribu jadi 15 ribu per kilo. Ada yang dari Rp 10 naik jadi Rp 12 ribu per kilonya. Saya melihat perlu dan tugas pemerintah untuk harga-harga bisa terjangkau,” ucapnya.

Sandiaga juga menemui pedagang tempe. Dari pedagang tersebut, Cawapres Prabowo Subianto itu mendapatkan informasi jika harga tempe juga sedikit naik dibandingkan hari sebelumnya.

“Sedikit mahal nggak masalah, karena ini (tempe) menyehatkan,” kata Sandiaga.

Sementara itu, Jokowi mengunjungi Pasar Gintung Tanjung Karang, Bandar Lampung Jumat (23/11). Ia menjelaskan harga sayur mayur yang harganya murah. Menurut Jokowi, harga tempe hanya Rp 3 ribu per papan, sehingga ia memborongnya sampai membeli Rp 100 ribu.

“Cabai lebih murah, tempe juga. Tempe hanya Rp 3.000, saya nggak tahu, tapi tempe lebih murah di Lampung. Sayur, bayam atau kangkung, ikat itu Rp 2.500, di sini Rp 1.500 sama Rp 2.000. Ada yang Rp 1.000, Rp 1.500, ada yang Rp 2.000. Nggak tahu, di sini lebih murah,” tutur Jokowi.

Jokowi mengatakan harga-harga di lokasi itu disebutnya stabil. “Tadi saya beli cabai Rp 23.000. Saya beli 1 kilogram, ternyata itu satu tas kresek gede banget. Ini beli, habis berapa bulan. Yang naik daging ayam dari Rp 28.000 jadi Rp 32.000, biasa namanya harga ada yang naik dan turun, tapi secara rata-rata stabil,” kata Jokowi.

Kemudian Jokowi menyindir pihak-pihak yang kerap membicarakan harga-harga mahal di pasar, padahal belum tentu pernah datang langsung. Ia meminta jangan ada yang menakut-nakuti masyarakat dengan isu harga mahal di pasar tradisional.

Orang nggak pernah ke pasar, nongol-nongol ke pasar, keluarnya ngomong mahal. Nggak pernah ke pasar. Nggak mungkin orang superkaya datang tahu-tahu datang ke pasar, nggak mungkinlah. Datang ke pasar, nggak beli apa-apa, pas keluar bilang mahal, mahal, mahal. Haduuh…,” ujar Jokowi saat memberikan arahan di depan TKD Jokowi-Ma’ruf di Graha Wangsa, Bandar Lampung, Sabtu (24/11).

Berempat.com